RSS

Arsip Harian: Desember 18, 2007

Tulisan Tidak Penting: Spesies Baru


Hari ini menjadi hari tidak penting. Antiklimaks. Hari perenungan. Mendung sepanjang hari.

Membaca berita Detikcom pun yang ringan dan lucu saja. Seperti tikus besar (sekali lagi, tikus) di Papua, yang ditemukan rombongan ekspedisi dari LIPI dan CI (Conservation International).

Tak usah jauh-jauh, kalau malam di depan rumah saya pasti ada tikus sebesar kucing yang lari-lari. Pernah seorang bule bilang ke saya, kalau sudah ada tikus lari-lari di dalam apartemen di Inggris sana, berarti apartemen itu sudah termasuk slum area atau daerah kumuh. Apartemen miskin, singkatnya.

Saya balas ke bule itu, “Hebat sini dong Sir, tikus Indonesia bisa juga main di Menteng atau di dekat Stasiun Gambir.”

Kalau di Amerika jadi kartun dan merchandise-nya dijual ke mana-mana, di sini ia jadi bakso dan dimakan pakai boraks dan sambal pewarna tekstil.

Di sini manusianya seperti kucing, karena nyawanya bisa sembilan. Naik kereta di atas atap, jadi kalau jatuh tinggal tiarap. Naik motor disenggol mobil, paling salam damai lalu tersisa pegel saja. Antri lampu merah sepuluh menit di belakang bajaj juga paling kita berdehem dan kipas-kipas. Di sini, yang lebih mematikan saja kita sudah biasa.

Orang Indonesia itu sembilan nyawanya. Jadi, tikus  Indonesia itu bukan ancaman segala penyakit (miskin, pes, dll.). Ia adalah kawan bermain, Sir.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 18, 2007 in curhat, tikus

 

Orang Gak Penting yang Menjadi Penting


Pernah tidak Anda berada di satu situasi berhadapan dengan seseorang yang nobody menjadi somebody? Menyangkut hidup mati atau uang hilang dalam hitungan waktu (deadline, deadline!) lalu di saat itulah Anda pasrahkan saja semua. Anything goes…

Pasrah, ini yang saya rasakan sejak pukul 3 sore tadi. Orang sudah berpikir “liburan, liburan”… jangankan berpikir liburan, makan saja saya sudah lupa untuk mengejar tenggat waktu penyerahan tesis saya. Saya sudah masukkan proposal tepat waktu, ikuti semua persyaratan dan prosedur.¬† ZAP! hari ini saya harus duduk dua jam menghadap beringin kampus untuk sebuah kepastian. Tak masalah sebenarnya karena saya punya handphone dengan radio FM, dan setumpuk bacaan menemani. Yang jadi masalah adalah kepastian, jadi tidaknya saya “maju” hari ini atau besok. Hasilnya adalah “tidak” hanya karena saya tidak menuliskan prasyarat tambahan di secarik kertas coklat (yang sudah saya ajukan jauh hari namun tidak diberikan). Karena kertas yang saya berikan tak berwarna coklat walau penuh tandatangan otoritas, saya tak bisa cepat-cepat maju. Kawan yang satu angkatan memasukkan berkas setelah saya, besok dia sudah maju. Nasib…

Rasanya campur-campur antara tentara kalah perang, nyamuk gendut kebanyakan sedot darah, pesawat mesin mati satu, dan kambing belum mandi… loh? Akhirnya saya mempersiapkan diri juga liburan, beli DVD baru sebanyaknya, dan memang sudah lama saya tak update film terbaru. “Nanny Diaries” sudah selesai, sedih tapi tak semantap membaca novelnya. Scarlett Johansson cantik tapi kurang greget. Habis itu saya nonton “Meet the Robinsons” kartun produksi Walt Disney. Sejam lalu anak-anak saya masih main di lapangan saat saya duduk menikmat animasi tentang inventor muda bernama Louis jabrik ini. Gambar bagus, namun soal cerita saya masih lebih suka produksi Pixar. Saya tinggalkan TV sepuluh menit lalu, saat jagoan-jagoan saya gedebak-gedebuk masuk rumah dan duduk manis depan TV.

Selamat liburan panjang semua, selamat potong kambing, selamat beribadah, dan selamat merenung untuk tahun depan.

*Saya sudah selesai merenung*

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 18, 2007 in curhat