RSS

Expressio unius est exclusio alterius

27 Jan

Hukum harusnya jelas. Termutakhir. Konsisten. Jika tidak, ia menjadi hanya secarik kertas terdokumentasi rapi di dalam lemari.

Multi-interpretasi (frasa yang sering saya dengar di beberapa ruang rapat setahun lalu) akhirnya menjadi exit gate bagi pengaturan (atau orang yang diamanatkan mengatur?). Yang terjadi kemudian adalah pengaturan apapun dijalankan tak tepat waktu, tak tepat sasaran, atau malah tak dijalankan.

Sesungguhnya, sebelum orang mengenal sekolah pun aturan demi aturan dibuat tapi tetap ada saja celah yang bisa “diatur kemudian”. Judul di atas adalah tentang hal-hal yang tak disebut atau diurut di dalam pengaturan, tak berarti tak bisa diatur. Illustrative, doesn’t mean exclusionary.

Look, but don’t touch!

Touch, but don’t eat!

Eat, but don’t swallow!

Anyhow, just don’t eat anything that can crawl inside you (huh?) but I am no psychic when I wrote the Tolstoy piece at 1300 hrs today. I was just thinking that death could become a divine penalty one way or another. Death statute is inclusive.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 27, 2008 in opini

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: