RSS

Babak Baru: AFC v. English Premier League

15 Feb

bola.jpg

Richard Scudamore dari Liga Inggris (English Premier League) siap-siap menggelar pertandingan persahabatan EPL di Bangkok, Beijing, Hong Kong, Melbourne dan Singapore (haha Jakarta kelewat!). Akan ada 10 pertandingan di lima kota itu sebelum 2011. Scudamore menyatakan bahwa pertandingan ini akan menaikkan popularitas EPL ke seluruh dunia (juga menaikkan pemasukan klub dengan menaikkan nilai hak siar dan hak intelektual via platform lain, sehingga sponsornya makin menggila).

Hebatnya, presiden Asian Football Confederation (AFC) Mohamed bin Hammam menolak inisiatif Scudamore ini dengan alasan tidak baik untuk perkembangan klub sepakbola Asia. Tambahnya, “I appreciate, for example, if the Premier League wants to play in Darfur, Somalia or East Timor where they can act as peace makers.” ROFLMAO, LOL! Good one. Sayangnya, kalau EPL main di sana nanti Beckham pun bisa pulang ke Inggris tanpa kaki.

Apa yang saya lihat? Murni pertarungan lahan sponsor global.

Szymanski (2002) dan Dawson (2005) adalah dua peneliti yang khusus memfokuskan diri untuk urusan sports economics, khususnya sepakbola. Lihat bagan di bawah ini. Hak siar tertinggi dunia untuk olahraga masih diduduki oleh tayangan bola. Mereka bahkan melihat bahwa pergerakan hak siar sepakbola dari tahun ke tahun kian menggila.

2-liga-inggris-terkaya.jpg

Selanjutnya, lihat bagan di bawah ini. Semenjak dipegan BSkyB harga hak siar Liga Inggris di seluruh dunia mulai meroket. Harga per pertandingan pun berlipat ganda.

3-kontrak-bskyb-rocketing.jpg

Untuk seterusnya uang ini dibagikan ke setiap klub. Persentase hitung-hitungannya untuk setiap klub saya punya juga, tapi kita bahas di diskusi lain saja. Uang itu akhirnya kembali ke kampung halaman tiap klub, membangun stadion dan regenerasi pemain dan semua pilar institusi sebuah klub yang baik.

Akhir ceritanya, memang uang dari hak siar menjadi pemicu bagaimana sebuah asosiasi yang baik membangun [industri] sepakbola di negaranya. AFC punya hak untuk teriak, sementara itu EPL juga bisa menjadi gurita yang tak terhentikan. Plain supply-demand thing. But most of all, people (read: AFC and EPL) always respond to incentive. Cring-cring!

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2008 in football, sepakbola, sports

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: