RSS

Arsip Harian: Maret 9, 2008

Ibu-ibu Arisan Ngomong Soal Artalyta


arisan.jpgSerius. Ini kejadian benar di arisan ibu-ibu dan eyang-eyang. Asal tahu peserta arisan ini ada yang berusia di atas 70 tahun. Maklum, kompleks rumah saya adalah daerah yang sudah berdiri sejak ibukota di Yogya pindah ke Jakarta.

Saya agak terlambat kemarin datang ke arisan RT1/RW2 (bukan lagu dangdut) karena nyaris lupa. Sesampai di sana, sebagai warga yunior yang baik, saya duduk di pojok ruangan. Ada sedikit pembicaraan soal facial service yang datang ke rumah tapi itu hanya 5% dari porsi pembicaraan. Yang hangat justru membahas Artalyta dan KPK (porsi pembicaran 20%). Yang lebih hangat lagi adalah soal transparansi dana Posyandu di Jakarta sebesar 3,6 juta yang dikutip Rp 200 ribu oleh petugas kelurahan. Alasannya untuk transport (porsi pembicaraan 60%). Sisa waktu yang 5% ya, ngocok nama.

Saya tahu nama saya tak akan keluar cepat (ini sudah diprediksi setiap tahun!) Saat mengocok nama itu, angan saya berlari liar. Ah negeri ini… apa rasanya Rp 6,1 milyar saya tak pernah tahu, tapi rasa Rp 200 ribu untuk seorang Ibu Ipah yang datang setiap hari memasak di rumah saya berarti makan untuk dua minggu. Setiap hari ia berjalan kaki dari kamar kos. Selamanya ia berpindah dari satu kamar ke kamar lain untuk menghindar dari debt collector arisan barang.

Arisan barang? Nah ini bentuk arisan yang mengumpulkan uang sekian rupiah untuk kemudian yang keluar namanya setiap periode akan mendapatkan panci, piring porselen atau barang apapun yang dibeli sang bandar. Padahal kalau langsung membeli, harganya lebih murah 30%.

Ibu Ipah pernah menyebut beberapa bentuk arisan lainnya yang ia ikuti, yang saya sendiri juga suka tidak mudeng menghitungnya. Ada yang diikuti ratusan orang, atau ada yang dibayar tiap minggu Rp 20 ribu per orang. Sekali kocok, Ibu Ipah bisa mendapatkan sejuta lima ratus ribu!

Sesungguhnya arisan di RT saya ini adalah arena untuk kumpul agar kita bisa saling mengenal dan menolong jika ada yang kesusahan. Agar kita dapat saling memberikan informasi lingkungan. Agar kita sepakat untuk mengelola daerah ini untuk kebaikan bersama. Nah, kalau arisan yang dimaksud oleh Ibu Ipah itu adalah arisan besar pasak dari tiang, arisan angan-angan dijepit kesulitan ekonomi. Tunggu sebentar, adakah yang lebih lucu dari arisan a la Artalyta? Sekali kocok bisa milyaran, Bu! Ini namanya bikin hidup lebih urip, bukan?

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 9, 2008 in arisan, corruption