RSS

MS Kaban: Saat Itu Ada Standarnya Sendiri

05 Agu

Ucapan beliau malam ini di Today’s Dialogue Metro TV ada pada konteks, tentunya, penerimaan uang diseminasi bla bla bla dari Bank Indonesia. Kalau waktu itu menjadi standar dan sekarang terbukti telah membuat susah rakyat, tentunya hari ini dengan legowo seorang menteri yang kerap kena isu korupsi harus mundur. Hari ini ya hari ini, kemarin sudah lewat, Bang.

Korupsi hari ini telah melembaga (baca: membatu atau mengakar-urat, ingat arti lembaga awalnya adalah “benih” atau “permulaan” kalau baca KBBI-Kamus Besar Bahasa Indonesia). Jika korupsi kemudian terbukti secara empiris menyusahkan 99,999% penghuni di lembaga itu — seberapapun nilai uangnya — pastinya aksi korupsi harus dibasmi. Kalau masih keukeuh merasa “saya merasa tak pernah menerima uang” atau apapun bahasa elitisnya, ucapannya akan terasa garing dan tak baik bagi citra SBY yang mau maju lagi. Selain itu, walau sekarang bola panas ada di Pemerintah harus diakui bahwa akarnya ada di DPR. Untuk selanjutnya, mungkin harus ada kewajiban baca buku ini dulu (klik sini) sebelum jadi caleg 2009 ya?

***

Saya yakin bahwa kita harus berterima kasih ke Tante Lyta. Kalau saja Tante Lyta tak tertangkap dan terekam segala daya upayanya, tentulah korupsi tingkat khayangan ini tak akan jadi bola panas seperti hari ini. Thanx loh Tante! Ganti pengacara bukan berarti Tante tak bisa ganti tas Prada, Gucci atau Ecolax sekalipun… halah Ecolax?!?!?!! Ya itu dia, saat itu Ecolax paling keren kok…

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 5, 2008 in corruption, institutionalism, metro tv, politics, today's dialogue

 

2 responses to “MS Kaban: Saat Itu Ada Standarnya Sendiri

  1. jack0

    Agustus 15, 2008 at 4:21 pm

    Pak Kaban, begitu dulu kalo aku menyapa beliau…..12 tahun yang lalu ketika masih mroyek bareng jadi konsultan Redecon…..dan pernah juga naik bis kota non ac bareng…..

    Yang sangat berkesan dari belio saat itu adalah kesolehannya…bagaimana tidak, saat kami satu mess di PTBA selama hampir 2 bulan, tak pernah terlewat tahajud, dzikir dan tadarus al quran.

    Satu tahun lalu aku mendengar kabar miring ttg, aku berdoa agar berita tsb tidak benar adanya. Pernah aku liat foto istnya yang nampang di suatu majalah lifestyle ibu kota, teringat sewaktu beliau minta kas bon di kantor.

    Sekarang belio dipanggil KPK mengenai kasus korups, namun aku mulai ragu untuk mendoakan beliau, namun aku tetep saja mengharap semoga dia tidak berubah.

    Jabatan memang cobaan yang dahsyat dibanding di masakekurangan.

     
  2. abnersanga

    Agustus 21, 2008 at 2:57 am

    wah… blog anda sangat menarik… bolehkah nanti sewaktu-waktu saya konsultasi dengan anda…?
    oh ya…. salam kenal…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: