RSS

Indonesialicious: Mengejar Matahari Terbenam

16 Sep

Perjalanan empat jam dari Palangkaraya ke Banjarmasin untuk mengejar pesawat terakhir (karena pesawat dari Palangkaraya selesai jam 2 siang, dan tak mungkin terkejar), bukanlah perjalanan yang melelahkan. Sepanjang Jalan Raya Trans-Kalimantan ini dataran hijau dan langit biru dengan awan putih bersih sungguh menyegarkan mata. Tak akan saya temui keindahan ini di keseharian Jakarta.

Malam ini, kembali dari Banda Aceh, pemandangan yang sama pun saya nikmati. Panas menyengat sepanjang siang bukan halangan untuk berkegiatan penuh. Didukung dengan semua warung tutup, bahkan KFC dan Pizza Hut pun baru buka menjelang magrib, berbuka puasa di tengah jalan adalah hal mustahil. Pemandangan indah sekeliling bandara yang dikelilingi bukit juga menghapus lelah sepanjang hari, sepanjang malam berkegiatan di kota yang telah rapi dari sisa tsunami ini. Jelang matahari terbenam, di dalam pesawat transit di Medan, nikmat berbuka puasa sungguh terbayar dengan tunai. Tiba di Jakarta untuk perjalanan esok ke Mataram, harapan saya hanya satu: melihat pantai bersih hingga memainkan kaki di atas pasir putih.

Subhanallah.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 16, 2008 in curhat

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: