RSS

Arsip Bulanan: Oktober 2008

Fore-rider, Forwarder, For What?


Kemarin saya jalan-jalan ke arah Pulo Gadung. Memasuki Jalan Pemuda, kendaraan rakyat seperti saya disuruh minggir oleh satu motor polisi militer “nguing nguing” untuk memberi jalan rombongan 3 mobil mewah. Lirik ke plat mobil mewah di depan, di tengah dan di belakangnya, saya terheran. Bukan RI 1, 2, 3, dan seterusnya. Bukan B 1, 2, 3, dan seterusnya. Bukan juga plat bintang jejer di situ. Bukan ambulans, bukan pula pemadam kebakaran.

Di lampu merah mobil-mobil mewah itu terhenti. Jika lampu merah pun hendak “didesak” pula, sudah pasti ini melanggar aturan. Sebuah motor hendak memotong di depan mobil ketiga, tapi sang supir mobil menempelkan bumper-nya sehingga motor tak bisa lewat. Terlepas dari “kenakalan” motor di jalan raya, saya cuma ingin menyatakan keprihatinan saya sebagai rakyat dan pembayar pajak setia: mengapa aparat dan fasilitas negara dipakai oleh seorang eksekutif pemilik “showroom” (?) mobil mewah itu. Apakah memang ada jenderal militer yang ikut dalam mobil itu sehingga harus dikawal oleh motor fore-rider (terus terang saya tak temukan istilah ini di kamus manapun yang saya punya, atau yang online).

Tak ada dampak signifikan sih bagi kemacetan Jakarta, tapi saya tetap sedih.

Oh well…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 31, 2008 in public policy

 

DCS Dapil DPT DLL…


Klik sini untuk DCS (daftar calon legislatif sementara, karena akan ada perubahan jika ada yang meninggal di tengah jalan ke 2009, atau ada yang mengundurkan diri pindah partai, atau lupa melengkapi berkas yang banyak itu)

Klik sini untuk Dapil (daerah pemilihan) dan kalau mau cara menghitungnya klik sini

Klik sini untuk berita soal DPT (daftar pemilih tetap)

Klik sini untuk detail setiap partai peserta Pemilu

Klik sini untuk jadwal menuju Pemilu 2009 (countdown?)

Klik sini untuk semua dokumen terkait Pemilu 2009

***

Saya mah belum baca semua secara mendetail, tapi saya urutkan di sini biar semua orang tak perlu repot.

Saya baik ya?

🙂

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 25, 2008 in citizenship, election, Indonesia, Pemilu 2009, politics

 

Thoughts of The Day (midnite?)


making-property-law-wiki-real4470

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 24, 2008 in legal, legislative

 

*humming*


Hearts


(Jon Anderson/Trevor Rabin/Chris Squire)

Hearing, talking, yes I love you

Set your heart, sail along the river
Look around as you drift downstream
Pouring souls into the ocean
Take account of all you’ve seen

One people together, freedom for today
So easy the future, so see the children’s way
Love me, teach me, know me

One people together, freedom for today
Tomorrow forever, so see the people’s way

Many moons cascade one river
They light from side to side
As we cross in close proximity
LIke rivers our hearts entwine
Howe we talk, how we teach our children
How we move, we direct our eyes
Like senses tuned discovery
As and as when our hearts decide
Be ready now, be ye circle
Be the central force ye life
As the game extends the cycle
Be ready to move

CHORUS
One heart’s for love, one’s for giving
Sailing down the river
Two hearts are better than one
Throwing out a line
I’m hearing it, I’m living it
I believe in it, I’m loving it
Sharing in our fortunes
Two hearts are better than one
In and out of time

As we flow down life’s rivers
I see the stars glow one by one
All angels of the magic constellation
Be singing us now

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 19, 2008 in curhat

 

ASEAN Charter: Complications Ahead


ASEAN Charter shall become effective on paper. I bet, it is only on paper for a couple of years.

There shall be long years and pretty much hopes for uncertainty. There are too many complexities for such small amount of members. Indonesia no longer leads the crowd. True, there once Soeharto with GNB (gerakan non-blok, for not taking aside in the parties involved in the Cold War). There EU to describe such successful entity for taking away sovereignty.  There goes USA with stinky morgage.

If only we commit to less corruption bureaucacies and “jam karet”–to name some bad traits many Indonesians believe in up till today–then we must face the “maunya banyak” Singaporeans and stiff parties in northern part of ASEAN. There shall be no jargons. We shall work harder to fix the institutional pillars. Can we achieve Vision 2020–oops 2015–based on this Charter? When we cannot agree on good vs bad traits to sort out among us, there shall be no vision, then…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 9, 2008 in institutionalism, politics