RSS

Fore-rider, Forwarder, For What?

31 Okt

Kemarin saya jalan-jalan ke arah Pulo Gadung. Memasuki Jalan Pemuda, kendaraan rakyat seperti saya disuruh minggir oleh satu motor polisi militer “nguing nguing” untuk memberi jalan rombongan 3 mobil mewah. Lirik ke plat mobil mewah di depan, di tengah dan di belakangnya, saya terheran. Bukan RI 1, 2, 3, dan seterusnya. Bukan B 1, 2, 3, dan seterusnya. Bukan juga plat bintang jejer di situ. Bukan ambulans, bukan pula pemadam kebakaran.

Di lampu merah mobil-mobil mewah itu terhenti. Jika lampu merah pun hendak “didesak” pula, sudah pasti ini melanggar aturan. Sebuah motor hendak memotong di depan mobil ketiga, tapi sang supir mobil menempelkan bumper-nya sehingga motor tak bisa lewat. Terlepas dari “kenakalan” motor di jalan raya, saya cuma ingin menyatakan keprihatinan saya sebagai rakyat dan pembayar pajak setia: mengapa aparat dan fasilitas negara dipakai oleh seorang eksekutif pemilik “showroom” (?) mobil mewah itu. Apakah memang ada jenderal militer yang ikut dalam mobil itu sehingga harus dikawal oleh motor fore-rider (terus terang saya tak temukan istilah ini di kamus manapun yang saya punya, atau yang online).

Tak ada dampak signifikan sih bagi kemacetan Jakarta, tapi saya tetap sedih.

Oh well…

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 31, 2008 in public policy

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: