RSS

Arsip Bulanan: Januari 2009

Collusion, Coalition


Menghitung potensi pemilih satu partai bukan hal mudah. Ada swing voter, yang suka pindah seenak-udel seperti ganti nomor telepon genggam pra-bayar. Ada juga yang apatis di satu ekstrem, dan ada yang tidak tahu apa-apa di ekstrem yang lain. Yang terakhir adalah mereka yang tak tahu maksudnya memilih pemimpin apalagi membedakan mencontreng dengan nyoblos.

Daripada sekian puluh partai tak ada yang jadi dominan, mau tak mau, suka tak suka, malu tak malu, harus berkoalisi. Seperti apa? Pakailah Stigler’s Theory of Oligopoly. Teori permainan selalu berlaku untuk melihat peluang kemungkinan menghasilkan yang terbaik. Pergerakan yang serentak di satu waktu harus diprediksi lebih baik lagi. Pecundang pasti ada, tapi yang harus diawasi sejak awal adalah tipuan dalam setiap gerakan. Cheater harus dikalkulasi, baik dari lini pemilih ataupun sesama partai.

Jakarta, 090109, 01:45:08 AM

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 9, 2009 in public policy

 

Selamat Datang Tahun Penuh Keindahan


Saya bukan orang yang pesimistis melihat hidup, tapi menyambut tahun ini sungguh perasaan saya tidak enak. Minum teh hangat sambil membaca artikel koran di hari Minggu pagi adalah kenikmatan di tengah kesibukan rutin. Sayangnya, pagi ini saya sedih membaca perihal situs sejarah (bukan website!) di Trowulan (klik sini untuk lihat petanya di wikimapia.org). Atas nama peradaban negeri ini, ada rasa tidak nyaman membaca artikel ini. Majapahit ataupun bukan, selalu bangsa ini lupa menjaga warisan atau pusaka atau heritage (bahasa kerennya). Saya tak sering menonton National Geographic, History atau Discovery Channel, tapi membandingkan usaha pengrusakan ini dengan upaya orang bule mempertahankan identitas dirinya dari segala aspek kehidupan, sungguh miris.

Lebih trenyuh lagi adalah saat membaca berita ketidakpedulian petugas di Museum Trowulan sana. Mereka bisa loh melihat seonggok batu bata yang diproses di jaman dahulu seperti melihat seonggok sampah. Ah…

Tapi ini belum seberapa. Bacalah paragraf terakhir artikel di Kompas Minggu ini, bahwa alasannya “akan diresmikan SBY sebelum Pemilu 2009”. Ufh…!

Atas nama demokrasi? Jika ditarik jauh ke upaya SBY meresmikan museum ini, kok seperti bau kampanye beliau selama ini. Atas nama sukses memberantas korupsi (tidak intervensi?) atau menurunkan premium dua kali setelah lupa mengukur dampak kesulitan distribusinya di akhir tahun.

Bangsa ini juga paling senang buang uang untuk jadi sampah. Banyak uang tidak dilarang, tapi mengapa banyak sampah spanduk, baliho, tutup bajaj, flyer dan segala materi kampanye yang dipasang seenak udel? Tak adakah pengaturan yang tegas dari KPUD di setiap daerah yang padat; kalaupun anggota KPU Pusatnya masih berlibur setelah lelah keliling dunia kemarin.

Ya sudah. Memulai hari baik harusnya diisi dengan ucapan baik dan perilaku baik. Saya akan mengakhiri tulisan ini dengan doa, semoga dibukakan mata hatinya, siapapun yang tak punya rasa keindahan di dalam hatinya. Keindahan akan warisan nenek moyang, dan keindahan akan lingkungan kita hari ini.

Selamat malam, dan selamat bertugas esok.

trowulan_archaeological_site1sumber: wikimedia.org

***

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 4, 2009 in calon presiden, campaign, hooliganism

 

Lupakan Web 2.0? Ini ‘kan Tahun Baru!


Konsepsi tahun baru buat saya tak ada bedanya, apakah akan ada krisis baru atau presiden baru lainnya, karena toh semua itu bergulir (flowing), bukan berputar (cycling). Berputar hanya berlaku untuk nama hari (setelah Minggu ya Senin lagi) atau nama bulan (setelah Desember ya Januari), sedangkan tahun maju terus. Jadi, konsepsi “tahun baru” adalah sesuatu yang tak akan kembali lagi. Menjadi tua adalah kodrat, dan acara “tawun baruwan” (meminjam istilah Ceu Wike) hanya mengingatkan saya bahwa ini bukan perayaan masa muda saya kemarin.

Mengisi liburan “tahun baruan”, saya harus istirahat banyak. Beberapa waktu terakhir adalah saat banyak berkah. Sayangnya,  kompensasinya adalah sedikit waktu untuk duduk tenang. Membaca tulisan serius merupakan kemewahan saya beberapa bulan ini. Sekarang, saya mencoba duduk dan mencerna pemikiran orang-orang pintar. Salah satunya adalah prediksi David Armano tentang media sosial tahun 2009. Heck, selain tak ada hal signifikan tentang tahun, saya juga tak yakin tentang penerapannya di Indonesia mungkin masih sumir. Setidaknya memang secara konsepsi saya bisa mengendapkannya dalam lubuk paling dalam. Suatu hari memang akan digunakan dalam konteks saya. Murphy’s Law indeed.

Silakan baca sendiri tulisan singkat mereka (yang memang terbiasa menulis singkat di blog), dan jadikan pemikiran orang-orang cerdas ini sebagai pegangan Anda satu hari nanti.

Here goes…

klik sini untuk lihat presentasinya

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 1, 2009 in public policy