RSS

Google Books Settlement for Indonesia’s Sake

21 Mei

Tak banyak orang [Indonesia] tahu Google membuka fasilitas pencarian buku itu sejak 2004. Tak banyak dari mereka juga yang tahu bahwa tanggal 10 Juni 2009 menjadi hari bersejarah bagi kelangsungan hidup penulis seluruh dunia saat Pengadilan Federal Amerika Serikat memutuskan. Tak banyak juga yang tahu hitung-hitungan 7 juta judul dikalikan USD 750 per judul = USD 4.5 milyar nilai dari Google Book Settlement/GBS ini.  Ini baru untuk jurisdiksi di Amerika Serikat. Asosiasi Penulis se-Uni Eropa sudah siap-siap menggugat Google juga.

Sesungguhnya apa sih dampak langsung atau tak langsung dari GBS ini? Sekali lagi, memang tak banyak orang Indonesia yang peduli. Saya bisa melihatnya dari sebuah kesempatan baru mempublikasikan buku (serta mendapatkan uang bagian dari pay-per-click yang diterima Google dari siapapun yang nge-klik buku itu). Saya juga bisa melihatnya dari terlibasnya hak penulis yang sudah meninggal dan tak punya ahli waris. Saya juga bisa melihatnya sebagai kemudahan banyak orang untuk mendapatkan informasi.

Dimensi apapun yang ingin dilihat, mari mengerucutkannya menjadi: apa yang bisa Indonesia dapatkan?

Sejak 2002 India telah memulai inisiatif memindai seluruh buku mereka untuk keperluan perpustakaan. Pemerintah India mendanai upaya ini, didukung donor-donor luar negeri. Jika Google berhasil melakukan hingga akhir tahun ini ia akan memindai 15 juta judul buku, dan bergerak terus, dengan atau tanpa ada gugatan dari asosiasi atau negara manapun. Jika ia berhasil, Pemerintah India harus dapat melindungi hak cipta dan hak turunan dari ciptaan (hak citra atau hak isi buku untuk ditransformasikan ke medium lain).

Bagaimana caranya? Belum ada informasi perihal ini dari Pemerintah India, tapi yang pasti di Indonesia sudah ada Perpustakaan Nasional dan Pusat Buku (Pusbuk) Nasional yang bisa memulai kajian (paling tidak kajian dulu) untuk menerapkan kebijakan terhadap industri buku di Indonesia yang hari ini mulai merangkak gembira.

Sangat normatif, tapi apakah memang manusia Indonesia telah berpikir sejauh itu. Hari ini?

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 21, 2009 in books, buku, content, cyberculture

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: