RSS

Arsip Harian: Februari 26, 2011

Tugas MKTV: SES (Socio-economics Status)


Socioeconomic status (SES) adalah cara untuk mengklasifikasikan individu ataupun sebuah keluarga berdasarkan kemampuan ekonomi ataupun status sosialnya. SES bisa diukur dengan beberapa variabel. Bisa dilihat dari segi pendapatannya (income), pengeluaran rumah tangga (household expenditure), pendidikan (education), pekerjaan (occupation), dan lainnya. Setiap negara ataupun perusahaan punya cara tersendiri untuk mengklasifikasikannya. Biasanya SES ini dibagi menjadi 3 kategori atau segmen utama, yaitu high SES, middle SES, dan low SES untuk mendeskripsikan 3 tipe individu atau keluarga yang dijadikan bahan pengamatan.

Dengan adanya SES ini, sebuah perusahaan dapat menciptakan penawaran produk atau jasa yang sesuai dengan kategori atau segmen tersebut dan memberikan harga yang sesuai bagi kategori atau segmen yang dijadikan sasaran. Perusahaan juga akan lebih mudah memilih saluran komunikasi dan distribusi yang terbaik, serta mengetahui persaingan yang terjadi dengan saingannya atau kompetitior lain.

Di Indonesia, yang mengadakan pengukuran SES ini salah satunya lembaga AGB Nielsen yang mempertimbangkan dari segi monthly household expenditure atau pengeluaran rumah tangga bulanan. AGB Nielsen kemudian membagi masyarakat

Indonesia menjadi beberapa kategori atau segmen, yaitu:
A1 (> Rp 3.000.000)
A2 (Rp 2.000.0001 s.d. Rp 3.000.000)
B (Rp 1.500.001 s.d. Rp 2.000.000)
C1 (Rp 1.000.001 s.d. Rp 1.500.000)
C2 (Rp 700.001 s.d. 1.000.000)
D (Rp 500.001 s.d. Rp 700.000)
E (<= Rp 500.000)

Meskipun beberapa pihak tidak terlalusetuju dengan pengelompokkan ini karena sebaiknya dalam menentukan SES juga melihat variabel-variabel lainnya, tetapi pengelompokkan ini tetap dipakai untuk menentukan strategi pemasaran. Contohnyasaja adalah dalam menentukan target penonton suatu program televisi karena apabila tidak ditentukan, tujuan dari program acara televisi itu pun tidak akan sampai dengan sempurna kepada masyarakat yang menontonnya.

 

 

 

Referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/Socioeconomic_status

http://researchexpert.wordpress.com/2007/07/04/menggugat-pengukuran-konsep-social-

and-economic-status-ses/

http://ricky.muchtar.com/marketingtheory/2009/05/segmentasi-dan-social-economy-status/

http://vidinur.com/2010/11/04/ses-socio-economic-status-ndonesia/

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 26, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , , ,

Tugas MKTV: Inefficient


Inefficient secara bahasa berarti in-efesiensi atau tidak efisien. Dalam ekonomi hal-hal yang bersifat tidak efisien akan menjadi sesuatu yang sangat dihindari dan harus ditiadakan karena akan berakibat terjaidnya kerugian. Ketidakefisienan di dalam ekonomi secara umum dapat diartikan sebagai suatu hal yang terjadi apabila ssuatu aktivitas yang dilakukan tersebut tidak mempunyai nilai tambah terhadap kegiatan namun tetap dilakukan atau dimasukkan ke dalam kegiatan tersbeut. Sesuatu yang tidak efisien tersebut tidak memberikan value apapun terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini tentu menyebabkan terjadinya kemubaziran atau kesiasiaan. Sehingga harus dilakukan suatu pemotongan siklus aktivitas yang tidak efisien tersebut.

Inefficient economic dapat dilihat dari dua sudut pandang ekonomi yang berbeda, yaitu :
• Secara Makro
Secara makro, ketidakefisienan ekonomi dapat dilihat pada hal negara. Dalam suatu negara, penggunaan uang harus dilakukan secara efisien agar tujuan negara dan kesejahteraan rakyat dapat terwujud secara tepat. Jika terjadi ketidakefisienan penggunaan negara seperti dengan terjadinya kebocoran-kebocoran penggunaan uang maka kesejahteraan rakyat yang dicita-citakan akan menjadi sulit untuk dicapai. Contoh ketidakefisienan tersebut adalah dengan banyaknya terjadi kasus-kasus korupsi yang mengambil uang rakyat dalam jumlah besar. Yang menikmati uang tersebut justru pihak-pihak yang tidak berhak dan malah merugikan, seperti kasus Gayus Tambunan yang merekayasa pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan-perusahaan besar. Hal ini tentu merugikan negara begitu besar. Padahal dari kegiatan yang tidak memberikan value terhadap negara tersebut, uang yang dikorupsi tersebut dapat dipergunakan oleh negara untuk membangun sarana dan prasarana seperti sekolah, jembatan, rumah, dan lainnya untuk rakyatnya. Namun yang terjadi akibat ketidakefisienan tersebut adalah kerugian dan penderitaan serta ketidaksejahteraan rakyat.
Di kasus makro, yang harusnya bertanggung jawab terhadap terjadinya ketidakefisienan ekonomi ini adalah presiden dan para menteri, karena telah membuat rakyat menjadi semakin susah karena sekolah yang semakin mahal, pengangguran yang meningkat, kesehatan mahal, dan berbagai kasus lainnya.

• Secara Mikro
Secara mikro ketidakefisienan ekonomi dilihat pada perusahaan. Pada sebuah perusahaan, dikatakan terjadinya ketidakefisienan ekonomi jika adanya penggunaan modal atau asset yang tidak memberikan keuntungan terhadap perusahaan tersebut. Misalnya sebuah perusahaan X yang bergerak di bidang kaos, memiliki 6 mesin untuk membuat kaos. Target produksi perusahaan X ini dalam sebulan adalah memproduksi 8000 kaos. Padahal jika dilakukan maksimalisasi penggunaan mesin sebagai aset dari perusahaan ini, maka dalam sebulan perusahaan X ini akan mampu memproduksi 8000 kaos tersebut hanya dengan menggunakan 4 mesin secara maksimal. Maka penggunaan 2 mesin lainnya sebenarnya tidak diperlukan dalam siklus kegiatan perusahaan ini. Sehingga dapat dikatakan bahwa telah terjadi ketidakefisienan yang mengakibatkan kerugian ataupu kemubaziran bagi perusahaan ini. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa penggunaan 2 mesin lainnya itu tidak memberikan value kepada perusahaan X itu. Padahal modal atau uang yang digunakan untuk 2 mesin lainnya itu dapat digunakan atau diputarkan ke modal atau aset maupun properti lainnya yang dapat menunjang keuntungan bagi perusahaan tersebut.

Di dalam mikro, yang menjadi penanggung jawab dari terjadinya ketidakefisienan ini adalah direksinya. Karena bukannya memberikan keuntungan atau profit bagi perusahaan namun malah menimbulkan kerugian.

Kerugian akibat inefficient economic dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Telah dikeluatkannya uang namun tidak terjadi pemasukan maupun profit atau keuntungan.
2. Tidak dikeluarkannya uang namun sesungguhnya jika dikeluarkan uang akan mendatangkan keuntungan atau profit. Istilah lainnya adalah opportunity loss.

Kesimpulannya dapat dikatakan bahwa, ketidakefisienan ekonomi ahanya menimbulkan kesiasiaan dalam aktivitas dan tidak memberikan value pada aktivitas tersebut. Dengan ditiaadakannya aktivitas yang tidak efisien tersebut pun tujuan dari kegiatan harus tetap tercapai.

*dari berbagai sumber

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 26, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

Tugas MKTV: Annual Report


Annual report atau yang biasa disebut dengan laporan tahunan adalah laporan kegiatan yang disusun setiap tahun anggaran. Laporan ini biasa disusun oleh suatu perusahaan agar mengetahui kegiatan atau apa saja yang sudah dialami oleh perusahaan tersebut selama setahun, dengan adanya laporan ini, diharapkan kepada para pemegang saham atau orang yang akan menanamkan sahamnya pada perusahaan tersebut akan semakin tertarik dan mengetahui prospek perusahaan tersebut dengan melihat apa saja yang dijalankan oleh perusahaan tersebut selama setahun. Dalam laporan tersebut akan dilaporkan mengenai laporan laba rugi perusahaan, neraca keuangan, kebijakan-kebijakan perusahaan dan informasi lainnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 26, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

TUGAS MKTV: Pasar Modal (Stock Market)


Pasar modal atau stock market adalah pasar di mana dipertemukannya antara permintaan dengan penawaran akan dana. Di dalam pasar modal, dana yang diperdagangkan adalah dana dalam jangka panjang seperti saham dan obligasi. Dana tersebut juga memiliki variasi sesuai dengan perkembangan perekonomian serta kompleksitas perusahaan yang bersangkutan.
Unsur-unsur yang mendukung pasar modal:
• Adanya perusahaan yang menawarkan saham atau obligasi kepada masyarakat dan telah memenuhi syarat-syarat yang diperlukan,
• Adanya banyak investor, lembaga investasi seperti asuransi, dana pensiun dan lainnya yang bersedia membeli saham atau obligasi,
• Adanya lembaga pasar modal yang dapat mempertemukan untuk peminta dana (demand of funds) dan penyedia dana (supply of funds),
• Adanya perantara dan pedagang efek yang berperan sebagai lembaga penunjang pasar modal.

Sumber: bab8-pokok_pokok_pengertian_pasar_modal.pdf

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 26, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,