RSS

Tugas MKTV: Standard of Living

27 Feb

STANDARD OF LIVING

Standar hidup adalah ukuran kesejahteraan ekonomi. Hal ini biasanya mengacu pada ketersediaan barang langka dan jasa, biasanya diukur dengan pendapatan per kapita atau konsumsi per kapita yang dihitung dalam dolar konstan, kualitas dan ketersediaan lapangan kerja, kesenjangan kelas, tingkat kemiskinan, kualitas dan keterjangkauan perumahan, produk domestik bruto, tingkat inflasi, jumlah hari libur per tahun, kualitas kesehatan dan ketersediaan pendidikan, harapan hidup, harga barang dan jasa, infrastruktur, pertumbuhan ekonomi nasional, stabilitas ekonomi dan politik, kebebasan politik dan agama, kualitas lingkungan, iklim dan keselamatan, dll. Standar hidup berkaitan erat dengan kualitas hidup.

Jika distribusi pendapatan sangat tidak merata, maka walaupun ketersediaan komoditas per kapita tinggi, sejumlah besar orang mungkin memiliki standar hidup yang sangat rendah dan yang lain memiliki standar hidup yang sangat tinggi. Peningkatan standar hidup didapat dari hasil perbaikan pada faktor-faktor ekonomi seperti produktivitas atau pertumbuhan ekonomi rill per kapita, distribusi pendapatan dan ketersediaan pelayanan publik, dan faktor non ekonomi misalnya asuransi kerja, lingkungan yang bersih, rendahnya tingkat kejahatan, dll.

Standar hidup sering digunakan untuk membandingkan wilayah geografis, seperti standar hidup di Amerika Serikat dibandingkan dengan standar hidup Kanada, atau standar hidup di St Louis dengan standar hidup New York. Standar hidup juga dapat digunakan untuk membandingkan titik-titik berbeda dalam satu waktu. Sebagai contoh, dibandingkan dengan abad yang lalu, standar hidup di Amerika Serikat telah meningkat pesat. Daya beli masyarakat terhadap suatu barang meningkat dan barang-barang yang dulunya mewah, seperti lemari es dan mobil, sekarang tersedia secara luas. Selain itu, waktu luang dan harapan hidup telah meningkat dan jam tahunan bekerja telah menurun.

Ukuran yang paling sering digunakan untuk mengukur standar hidup adalah pendapatan nasional bruto per kapita (GDP per kapita). Salah satu kelemahan pada standar pengukuran hidup adalah hal itu tidak memperhitungkan beberapa faktor yang penting tapi sulit untuk dihitung, seperti tingkat kejahatan atau dampak lingkungan.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: