RSS

Arsip Kategori: blog

Gambar

Glocal Media


Saya baru saja menuntaskan satu karya tulis yang selama enam bulan terakhir saya ubah, dari sebuah buku teks menjadi buku berhipotesis tentang kebijakan publik dan media. Saya melakukan studi banding atas sektor M&E (media and entertainment) di China dan di Indonesia, dan khususnya tentang isi media atau lebih dikenal dengan istilah “content”. Saya tak harus pergi ke China untuk mendapatkan berbagai informasi, karena saya hanya duduk membaca seluruh sumber (pdf atau books.google.com) lalu menulis dan membaca lagi. Saya juga hanya berkirim email ke Prof. Anthonyy YH Fung dari School of Journalism and Communication, CUHK, Hong Kong dan Dr Umair Haque dari Havas Media Lab, Amerika Serikat.

Ini buku kedua tentang media, dan buku ketiga kalau dihitung dari buku dwibahasa cerita anak yang saya tulis semasa kuliah dulu.

Silakan klik sini untuk membaca lebih lanjut, dan klik sini untuk lampiran pdf atau video.

GlocalMedia

 

Media Mlintir Susu?


Saya suka heran mengapa media kita suka sekali mengeksploitasi hasil penelitian dari satu sisi. Bahkan klarifikasi hari ini dari Ikatan Dokter Indonesia juga tak cukup kuat memlintir balik.

Tadi siang di salah satu radio di Jakarta sang penyiar menyitir bagaimana jika tak hanya susu bayi di bawah 1 tahun; bagaimana jika susu lansia juga mengandung bakteri enterobacter sakazakii? Saya pribadi merasa terpaan udara di Jakarta setiap hari bagi pengendara motor lebih mematikan daripada bakteri tersebut bagi orang dewasa.

***

Di saat tidak ada berita heboh (gempa berkekuatan di atas rata-rata atau koruptor meninggal misterius di tahanan, misalnya) terkadang media massa kita suka mengambil berita fantastis a la batik (bakso tikus) atau apapun yang merugikan konsumen. Juicy ‘eh?

Saya curiga efek salju berita susu bakteri ini diawali minggu lalu dari posting beberapa blog wordpress (mengutip artikel serupa sebangun) soal susu bakteri yang mendapat ketukan (hit) tertinggi (karena saya juga ikut nge-klik). Banyak yang mempertanyakan merek susu dan makanan bayi apa yang tercemar bakteri enterobacter sakazakii. Jurnalisme orang awam ini menyebar secara efektif efisien. Yang lebih hebat lagi:

  • tak banyak mungkin yang kemudian mencari informasi lebih lanjut dengan kata kunci “Enterobacter Sakazakii” yang ternyata ditemukan oleh peneliti Jepang bernama Riichi Sakazaki (1980) ;
  • tak ada yang kemudian mengambil hipotesis lain selain masalah “korporasi dan pemerintah yang tak bertanggungjawab”; mungkinkah diplintir menjadi hipotesis “adakah persaingan usaha tak sehat?”

Bayangkan, bakteri yang sama ini memang pernah terjadi di Eropa tahun 2002 soal produk Nestle di Belgia, Beba1. Merek susu ini dituduh menjadi pembunuh sorang bayi yang baru lahir. Salah siapa, bayi baru lahir diberi susu instan? Jika diberi pun selayaknya sepengetahuan dokter bukan? Sehingga masalah yang terjadi adalah kompleks dan lebih banyak human error dari pihak orang tua dan dokter sang bayi.

Kembali ke isu susu bayi ini, bayangkan ada sebuah penelitian dengan sampling kecil (yang mungkin bisa memiliki epsilon atau kesalahan sampling besar) serta tidak memiliki lampiran kajian lengkap tentang manfaat dan keburukan bakteri ini (atau wartawannya malas membuka lampiran?). Kemudian penelitian ini diekspos ke media massa sehingga menjadi konsumsi masyarakat umum. Salah siapa jika kemudian bergulir panik?

Bukan seperti panik orang tua di Belgia, karena di sini belum ada (dan jangan sampai ada) korban. Panik susu berbakteri mematikan ini seperti siklus semesteran. Namun yang lebih penting masyarakat jangan panik dulu. Sebaiknya pemerintah segera memberikan pernyataan resmi yang bisa menenangkan orang tua yang memiliki bayi baru lahir. Yang lebih baik lagi, wahai penyiar radio dan penulis blog, mohon kaji dulu semua aspek penelitian ini sebelum panik (atau membuat orang lain panik).

Mungkin memang ada saatnya satu generasi di negeri ini harus pasrah dengan air tajin. Which is good also, btw. However, I don’t have energy to find out any related studies on air tajin, sorry. I drink milk everyday, and I feel dizzy for ten or more minutes afterwards, why? I just hate its taste.

susu.jpg

 

Blog Juga Manusia


Podcasting, Wikis, Ontologies, Ruby on Rails, Concept mapping, Ajax, UDDI, P2P, SOAP, Mash-ups, Topic maps, REST, Re-mix, V-casting, Owl, P2P, Ruby, SOA, LAMP, WDSL, Blogosphere, Flex, Atom, SAML, PHP, Vlogs, Splog, RDF, XML, Folksonomies

Talk Your Blogwalk?

Awal nge-blog adalah text-base (ingat Wordstar?). Kemudian saya tambahkan gambar; masih hotlinks, sehingga blog pertama saya ditutup oleh pengelolanya. Walau saya sudah cantumkan kredit atas gambar itu, ternyata masih ada yang lebih penting dari copyright, yaitu stolen bandwidth.

Setelah itu memang lebih baik mencantumkan gambar di Flickr atau upload langsung dari WordPress. Kalau menggunakan Flickr sebagai media sosial berjaringan, gambar milik saya itu harus dipasrahkan untuk publik (kecuali di-tag private).

Tidak puas dengan gambar statis, saya cantumkan Youtube sesekali. Atau Slideshare.

digitalidentitymapping.jpg

Tidak puas dengan semua fasilitas standar WordPress atau Blogspot, ternyata masih banyak lagi langkah-langkah untuk membangun sebuah blog. Konsep Long Tail yang dikonsepsikan oleh Chris Anderson merupakan panduan saya selanjutnya. Kalau IRL, namanya sosialisasi (senyum sana, senyum sini, tukar kartu nama dst.)

Hari ini saya makin terjun bebas mencari tahu hal yang tak banyak ditulis dalam bahasa Indonesia ini, seperti:

  • Jangan membuat tag atau kategori yang tidak jamak. Berpikirlah seperti pustakawan membuat kategori. Tak ada tuh tag “Gak Penting” dalam jejeran bukunya.
  • Tak perlu menjadi seorang lulusan jurusan elektro untuk kuasai semua jargon (lihat kelompok jargon di atas), karena sudah ada Wikipedia atau Google untuk mencari definisi apapun. Sayangnya masih, “English, please.”
  • Jadilah blogstalker yang baik. Kunjungi blog kawan yang dikenal ataupun link dari blog kawan yang ternyata penuh dengan kejadian lucu. Jadikan diri menjadi orang iseng. Mengunjungi satu blog satu hari, sambil nyeruput teh manis hangat, sebelum masuk ke pekerjaan sesungguhnya di depan komputer, why not?
  • Yang lebih penting, tinggalkan jejak. Buatlah dialog dengan siapapun. Machine talks to machine, people talk to people. Make conversation (ini ucapan orang yang saya kutip, lupa di mana)

Kira-kira beginilah perjalanan seorang blogstalker yang baik dan benar seperti saya. Vanity, definitely my favourite sin.

* f a i n t e d *

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 9, 2008 in blog, blogging, blogosphere, Blogroll, dialog, vocab

 

Blog: Private-sphere that Goes Public


There’s a time and a place and a reason
And I know I got a love to believe in
All I know got to win this time

I was “entertained” by the idea of “detailed reportage” on Soeharto (oh, not him again!). From the position of the bed to the pills he had to take before passed away, one TV producer posted a person to look after the details. Amazing, and what’s that for? IMHO, that is another way for “sorry and please forget anything?” This is the real power of one-to-many media: love or hate your subject.

Blogosphere is a many-to-many media. It is the realm of writing “seenak udel” that has the similarity of Soeharto’s reportage. Via blogging, I could turn my private life a little bit open in public. Thus I need to have “love” (or “hatred” which is not in any of my writings at the moment of typing). I need love in my writing to make everyone turn on, tune in, and drop out of any story. There are 25 ways to concept a blog beforehand. Pick one, and even gain some money out of it.

Seriously, I’ve been doing blogstalking for the last 6 hours, and I could love thus question any silly markings or wrong grammatical expressions. Most of all I laughed at some silly blogs. There is truth and “spices” that lie between exposing of her feelings out loud and not revealing any identities of whatsoever!

Well, that is blogging, dear. My private life that goes public. See a little bit, be entertained, and yet forget me the second you close this window (unless you bookmark this page online del.icio.us or with your Firefox facility).

46218gif.png

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 7, 2008 in blog, blogging, blogosphere, Blogroll, media