RSS

Arsip Kategori: Blogroll

Blog Juga Manusia


Podcasting, Wikis, Ontologies, Ruby on Rails, Concept mapping, Ajax, UDDI, P2P, SOAP, Mash-ups, Topic maps, REST, Re-mix, V-casting, Owl, P2P, Ruby, SOA, LAMP, WDSL, Blogosphere, Flex, Atom, SAML, PHP, Vlogs, Splog, RDF, XML, Folksonomies

Talk Your Blogwalk?

Awal nge-blog adalah text-base (ingat Wordstar?). Kemudian saya tambahkan gambar; masih hotlinks, sehingga blog pertama saya ditutup oleh pengelolanya. Walau saya sudah cantumkan kredit atas gambar itu, ternyata masih ada yang lebih penting dari copyright, yaitu stolen bandwidth.

Setelah itu memang lebih baik mencantumkan gambar di Flickr atau upload langsung dari WordPress. Kalau menggunakan Flickr sebagai media sosial berjaringan, gambar milik saya itu harus dipasrahkan untuk publik (kecuali di-tag private).

Tidak puas dengan gambar statis, saya cantumkan Youtube sesekali. Atau Slideshare.

digitalidentitymapping.jpg

Tidak puas dengan semua fasilitas standar WordPress atau Blogspot, ternyata masih banyak lagi langkah-langkah untuk membangun sebuah blog. Konsep Long Tail yang dikonsepsikan oleh Chris Anderson merupakan panduan saya selanjutnya. Kalau IRL, namanya sosialisasi (senyum sana, senyum sini, tukar kartu nama dst.)

Hari ini saya makin terjun bebas mencari tahu hal yang tak banyak ditulis dalam bahasa Indonesia ini, seperti:

  • Jangan membuat tag atau kategori yang tidak jamak. Berpikirlah seperti pustakawan membuat kategori. Tak ada tuh tag “Gak Penting” dalam jejeran bukunya.
  • Tak perlu menjadi seorang lulusan jurusan elektro untuk kuasai semua jargon (lihat kelompok jargon di atas), karena sudah ada Wikipedia atau Google untuk mencari definisi apapun. Sayangnya masih, “English, please.”
  • Jadilah blogstalker yang baik. Kunjungi blog kawan yang dikenal ataupun link dari blog kawan yang ternyata penuh dengan kejadian lucu. Jadikan diri menjadi orang iseng. Mengunjungi satu blog satu hari, sambil nyeruput teh manis hangat, sebelum masuk ke pekerjaan sesungguhnya di depan komputer, why not?
  • Yang lebih penting, tinggalkan jejak. Buatlah dialog dengan siapapun. Machine talks to machine, people talk to people. Make conversation (ini ucapan orang yang saya kutip, lupa di mana)

Kira-kira beginilah perjalanan seorang blogstalker yang baik dan benar seperti saya. Vanity, definitely my favourite sin.

* f a i n t e d *

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 9, 2008 in blog, blogging, blogosphere, Blogroll, dialog, vocab

 

Blog: Private-sphere that Goes Public


There’s a time and a place and a reason
And I know I got a love to believe in
All I know got to win this time

I was “entertained” by the idea of “detailed reportage” on Soeharto (oh, not him again!). From the position of the bed to the pills he had to take before passed away, one TV producer posted a person to look after the details. Amazing, and what’s that for? IMHO, that is another way for “sorry and please forget anything?” This is the real power of one-to-many media: love or hate your subject.

Blogosphere is a many-to-many media. It is the realm of writing “seenak udel” that has the similarity of Soeharto’s reportage. Via blogging, I could turn my private life a little bit open in public. Thus I need to have “love” (or “hatred” which is not in any of my writings at the moment of typing). I need love in my writing to make everyone turn on, tune in, and drop out of any story. There are 25 ways to concept a blog beforehand. Pick one, and even gain some money out of it.

Seriously, I’ve been doing blogstalking for the last 6 hours, and I could love thus question any silly markings or wrong grammatical expressions. Most of all I laughed at some silly blogs. There is truth and “spices” that lie between exposing of her feelings out loud and not revealing any identities of whatsoever!

Well, that is blogging, dear. My private life that goes public. See a little bit, be entertained, and yet forget me the second you close this window (unless you bookmark this page online del.icio.us or with your Firefox facility).

46218gif.png

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 7, 2008 in blog, blogging, blogosphere, Blogroll, media

 

Belajar dari Seth Godin


seth_godin_4.jpg   coffee_machine.jpg

(squarespace.com) 

Seth Godin adalah sosok yang mudah diingat. Trademark kepala botaknya menghiasi sampul buku-bukunya. Membaca tulisan-tulisan Godin di blognya (sethgodin.typepad.com) seperti kuliah jarak jauh. Bahasanya renyah dan isinya mencerahkan. Salah satunya adalah soal kopi di Starbucks. “Espresso, Hot Coffee, Biscotti, Frappucino® blended beverage” bukan produk utama Starbucks. Sesungguhnya Starbucks menjual biji kopinya! Yang tersedia di menu itu hanya icip-icip saja.

*POUTS* silly of me!

Saya suka sekali membeli biji kopi giling di Kafe Espresso, bukan hanya rasanya tapi juga “pikir-pikir lebih murah seduh kopi sendiri daripada nongkrong di kafe untuk segelas kopi seharga pemasukan sehari seorang tukang ojek kampung”.

Danke schoen, Mr Godin. Mulai dari sekarang saya akan perhatikan dan bedakan “dagangan antara” dengan “dagangan sesungguhnya”. Tapi maaf, Sir, buku Anda di negeri saya muahal tenan... saya hanya langganan isi blog Anda saja, ya?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 6, 2008 in Blogroll, books, seth godin