RSS

Arsip Kategori: frekuensi

Masih perlukan “konsep” televisi digital di Indonesia?


Jawabannya: tidak.
Masalah dari dijalankan atau tidaknya infrastruktur televisi digital (baca: televisi terestrial digital) adalah ketersediaan frekuensi. Belajar dari “filosofi Jokowi”, menggusur berbeda dengan menggeser. Permasalahannya, penghuni frekuensi sekarang tidak rela digusur atau digeser. Alasan utamanya: tidak adanya kepastian hukum, siapa dapat apa di sektor komunikasi dan informasi ini. Mau digusur atau bahkan cuma digeser pun, mekanismenya konon terlalu ribet atau tidak transparan.

Saya cuma ingin mengingatkan saja, di saat kita semua terlena dengan konsep “televisi terestrial digital”, di saat itu pula dunia sudah memasuki era baru. Indonesia tidak berada di dalam peta global Hbb (hybrid broadcast broadband), yang perangkatnya hari ini sudah konvergensi (terpadu, atau interconnected).

Menunggu Godot? Ah… kok ya tetap pada ngotot!

Hybrid Broadcast Broadband

Baca di sini untuk konsepsi Hbb.
Baca di sini dan di sini untuk ekonomi dunia bergerak hari ini (mobile economy), and TV experience is just a small part of it… WAKE UP ALL Y’ALL!!!

 

Tag: , , , , , , ,

Spectrum Management


Saya baru saja ditelepon seorang kawan dari sebuah majalah ekonomi untuk sebuah opini menjelang tidur. Karena topiknya seksi. izin penyiaran, saya tak jadi tidur. Sekarang malah larut dalam membaca tulisan-tulisan di Ofcom (Office of Communication), kiblat saya untuk sebuah good governance terkait pengaturan infrastruktur komunikasi (penyiaran ada di dalamnya).

Saya tak mau beberkan isi telepon tadi, silakan baca majalahnya kalau keluar nanti. Malam ini saya mau membahas regulasi Ofcom terkait manajemen spektrum frekuensi, yang dikenal dengan nama command and control. Ofcom telah menerapkan regulasi spektrum yang top-down ini selama 100 tahun terakhir. Dengan perkembangan kebutuhan versus penggunaan, yang juga terkait hal isi siaran (bahkan teleponi pun telah menjajakan jualan audio videonya dengan gencar), pengaturan Ofcom ini diubah. Mekanisme pasar akan lebih ditekankan menjelang tahun 2010.

We believe that market forces should be allowed to prevail where this is in the best interests of citizens and consumers. This is based on the belief that firms have the best knowledge of their own costs and preferences and a strong incentive to respond to market signals and put resources to their best possible use (Ofcom, Spectrum Framework Review, 2004).

Liberalisasi manajemen spektrum ini menawarkan dua mekanisme:

  • Pertama: berdasarkan variasi izin untuk menerapkan perubahan yang diminta oleh pengguna/pemohon. Ofcom akan mempertimbangkan berdasarkan kewajiban yang telah pemohon lakukan selama beberapa waktu terakhir. Jika baik, Ofcom akan mempertimbangkan apakah permintaan ini akan mengganggu atau tidak mengganggu pengguna lain.
  • Kedua mekanisme yang ditawarkan Ofcom untuk berbagai macam izin yang telah ada adalah dengan mewajibkan mereka tidak menggunakan dengan percuma (tidak siaran, atau kadang siaran kadang mati) serta tidak menggunakan standar teknologi tertentu/minoritas. Hal ini akan mendorong pengguna spektrum mengubah pemakaiannya tanpa harus memberitahukan Ofcom. Ofcom telah mendata semua untuk penerapan tahun 2005. Banyak hal teknis yang harus diatur pada akhirnya, jika pengguna ingin menjalani mekanisme ini.

Menarik ya?

Tapi saya sudah mulai mengantuk. Saya simpan dulu file pdf ini (klik sini untuk mengunduh). Selamat istirahat.