RSS

Arsip Kategori: global media

Wiki This!


NEW ADDRESS! NEW ADDRESS!

http://88.80.13.160/wiki/Wikileaks

wikileaksss.jpg

Hari ini, hakim federal di San Fransisco, Amerika Serikat memutuskan penutupan hosting Wikileaks di Amerika Serikat, sehingga semua penyedia nama domain di sana seperti Dynadot, Register.com and GoDaddy.com harus memblokir domain http://www.wikileaks.org ini. Yang terjadi adalah alamat http://www.wikileaks.org tidak dapat diakses “dari depan” (from front door) tapi bisa melalui http://www.wikileaks.be (Belgia) atau http://www.wikileaks.de (Jerman) atau http://www.wikileaks.cx (Pulau Natal) atau alamat IP di atas yang langsung dialihkan ke mirror site.

Media sosial (social media) adalah cabang termutakhir dari kehidupan jurnalisme. Jimmy Wales (aka Jimbo, penggagas Wikipedia) menegaskan bahwa penulisan Wiki adalah bentuk dari segala pakem pemerintahan:

  • anarki: semua orang bisa melakukan apapun,
  • demokrasi: keputusan dilakukan dengan voting,
  • meritokrasi: ide terbaiklah yang menang, diputuskan karena netral dan informatif,
  • aristokrasi: orang yang paling lama berkutat di Wikipedia adalah orang yang paling didengar, dan
  • monarki: jika semua gagal, Jimmy Waleslah yang paling berkuasa.

Bentuk Jurnalisme Wiki ini tak hanya Wikipedia. Jurnalisme Wiki bisa juga ditemui dalam format “tulisan atau dokumen bocoran” dari berbagai institusi. Format bocoran informasi ini bisa ditemui di situs Wikileaks yang dirintis oleh James Chen (another Jimbo?) dan beberapa orang lain yang membelot dari China, Tibet, dan Rusia. Mereka juga dibantu oleh ahli di bidang jurnalisme, matematika dan komputer dari Amerika Serikat, Taiwan, Eropa, Australia dan Afrika Selatan. Keunikan Wikileaks adalah narasumber yang biasa dikenal dengan istilah whistleblower. Salah satu kasus whistleblower yang dimuat oleh Harian Guardian, Inggris memuat kasus korupsi dan pencucian uang di Kenya yang bocoran dokumennya diperoleh dari Wikileaks.

Jurnalisme Wiki adalah common-based media journalism atau jurnalisme oleh orang awam (commoners) dan di media siapa saja. Jurnalisme jenis ini mungkin dihentikan oleh otoritas di satu teritori, tapi hukum satu negara tidak ekstrateritorial. Dihentikan di San Fransisco, masih bisa berdiri di tempat lain. Yang terjadi kemudian adalah bagaimana otoritas di setiap teritori (baca: penegak hukum satu negara) akhirnya harus menempatkan diri dan mengambil manfaat dari gaya jurnalisme ini. Otoritas akhirnya bisa melakukan pemantauan korupsi atau kejahatan setiap institusi di dalam negaranya.

Terakhir, akurasi adalah segalanya. Bagi jurnalis media apapun hari ini juga bagi pembaca media apapun (seperti saya) yang terpenting adalah akurasi Jurnalisme Wiki. Mungkin akurasi Webster atau Britannica lebih baik, namun informasi yang disediakan Wikipedia atau Wikileaks adalah awal dari rasa ingin tahu akan apapun secara mudah dan murah. There’s always a start for a curious cat like me.

 

Kampanye Kuning, Hijau, Colorless?


Say no to Ahmad Dhani (yellow journalism?)

Say no to plastic bags (green journalism?)

Say yes to biofuels (then tell a new story that it is 93% higher emissions than gasoline; new color journalism?)

Dialog-dialog seperti ini akan terus berlanjut. Menjalani kehidupan hari ini, di tengah hujan informasi yang kian deras, bisa membuat sakit kepala (jika tidak tahu bagaimana menyaring informasi).

Buku Warren Bennis “One Becoming A Leader” adalah salah satu yang bisa membuka mata dan menyaring apa yang harus masuk ke mata. Information overloaded adalah istilah yang saya kenal dari bukunya ini. Satu hal pasti, karena Bennislah saya kemudian mencoba untuk selalu membaca berita di antara berita “read between the stories, not just lines”. Mungkin su’udzon, tapi dengan trik Bennis ini setiap orang akan lebih cepat membaca apa yang terjadi dengan:

  • Ahmad Dhani, Dewi Dewi, Maia, duo baru dst. (ah Dhani ‘kan entertainer sejati, harus selalu tampil ke permukaan atau album selanjutnya tak laku dijual)
  • Plastic Bags (setuju untuk kurangi penggunaan plastik, apakah edukasi tentang sampah plastik tidak jalan di sekolah-sekolah atau memang tak ada CSR dari Tri Polyta)
  • Biofuels v. Gasoline (tak perlu membaca detail riset terakhir dari University of Minnesota, damage has been done; dunia akan memasuki resesi panjang dengan agflasi salah satu penyebabnya; dan kampanye anti-nuklir Amerika Serikat-Eropa sebagai alternatif energi, salah duanya; atau hutan di Kalimantan telah cepat berubah fungsi… dan seterusnya)

Inilah kegilaan berpikir yang saya dapat dari Bennis. Atau Leary. Atau Rheingold. Atau Krugman. Dan seterusnya… dan seterusnya…

The factory of the future will have only two employees, a man and a dog. The man will be there to feed the dog. The dog will be there to keep the man from touching the equipment. (Dr Warren G. Bennis)

 

Governing the New Private-Turned-to-Public Sphere


The president is a hot celeb? I found pic of Susilo Bambang Yudhoyono amongst other worldwide celebrities at http://www.riya.com, a picture search engine. From Hu Jintao to Kelly Hu (not related to the president) to Pamela Anderson, I found their nice, print-quality pictures. A digital picture has signatures (be found at properties). Riya search engine will look at the same signature the time any digital picture is saved, digitized and uploaded on the Net. I take pictures of me from my camera, and other pictures that have my signature or similar typography could be searched easily.

Crazy huh? I am living in a world that anyone could no longer hide, unless I am living in remote island Pulau Wetar or something. No electricity nor satellite phone.

In this crazy kind of world, I assume everyone is nice and reasonable. A nice blogstalker like me would not follow the virtual link to IRL. I send emails only to by beloved, real-life friends or colleagues. Never reply an email with “Assalamualekum” or “My Client Died and Left Some Inheritance to Noone” subjects.

I still wonder how on earth anyone could do such work, and noone got arrested for intruding with such emails. No governing bodies ever officially declared such thing as a crime. There is Internet Engineering Task Force and Social Media (from Wikipedia to Facebook, from Cyworld to Gawker Stalker) to consider as new institutions that govern the virtual world.

For me, whatever they are and do, I am going to be strict: draw a definite line of IRL and the virtual world. Or else I cannot explore other parts of beautiful beaches and mountains and heritage of Indonesia. I am just sitting here with my coffee and pajamas. Get a life?

 

Reshuffle


Tata Motors hendak membeli saham Jaguar dan Land Rover milik Ford Motors. Rupert Murdoch resmi pensiun dari BSkyB dan digantikan anaknya James Murdoch sebagai Non-executive Chairman, mendampingi CEO Jeremy Darroch. Bank Niaga-Bank Lippo mengantisipasi Bank Internasional Indonesia-Bank Danamon. Sistem lokal berjaringan di Indonesia juga harus dihadapi televisi dan radio, mau mundur setahun atau tidak; yang pasti mengamandemen Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran butuh waktu lebih dari setahun.

Bisnis bergerak terus. Nama-nama besar jika ingin bertahan memang harus berpikir dan bertindak lebih strategis lagi. Nama-nama kecil sebaliknya juga harus berpikir lebih cerdik lagi dari nama besar macam Coca Cola atau Amazon.com. Menjual tayangan tak lagi harus melalui media tradisional macam televisi, karena ESPN.com telah berjualan klip video dari tendangan sepakbola terindah. Download video Cristiano Ronaldo berlari bisa dilakukan gratis di footballclips.com, tapi ada biaya jika ingin melihat klip gol termutakhir Liga Inggris.

Perusahaan India bisa membeli saham perusahaan di Amerika atau Indonesia, dan seorang penggila bola pun bisa melakukan transaksi lintas-batas (cross-border transaction) untuk segala hal. Mari lihat bentuk transaksi apa saja yang bisa dilakukan secara online.

  • ALUMNI AND ANCESTRY DIRECTORIES – layanan ini biasa digunakan di Amerika Serikat untuk mendapatkan informasi dan data teman sekolah atau silsilah keluarga
  • BILL PAYMENT SERVICES – layanan ini adalah paket pembayaran semua tagihan, seperti kartu kredit, listrik, air, telepon, dan seterusnya
  • E-MAIL PREMIUM SERVICES – layanan ini adalah akses email dengan gudang data lebih besar atau fitur yang lebih banyak
  • ENTERTAINMENT AND LOCAL NEWS & INFORMATION – layanan ini berbentuk paket langganan untuk hiburan atau informasi agenda atau lokasi restoran di satu kota
  • ADULT ENTERTAINMENT – layanan berlangganan ini khusus untuk tayangan dewasa
  • GAMING SERVICES – layanan ini biasa untuk permainan online seperti EverQuest atau Case’s Ladder
  • GENERAL, BUSINESS, OR FINANCIAL NEWS & INFORMATION – layanan ini adalah untuk berlangganan situs berita, info finansial, dan lain-lain
  • GREETING CARDS SUBSCRIPTIONS – layanan ini adalah situs berlangganan untuk mengirim kartu ucapan online tanpa batas
  • HEALTH/DIET PLANS – layanan ini biasa digunakan untuk pelanggan yang ingin mencari informasi kesehatan atau diet
  • MOBILE SERVICES – sebagai jasa tambahan dari koneksi internet yang bisa digunakan untuk ringtone, email atau fitur lain yang menggunakan sambungan nirkabel
  • MOVIE RENTAL SUBSCRIPTIONS – layanan ini untuk pelanggan film sewaan melalui jasa kurir
  • PARENTAL CONTROL/WEB FILTERING SOFTWARE – layanan pelanggan piranti lunak seperti SurfControl atau Cyber Patrol yang bisa memfilter isi situs dan email
  • PERSONALS/ONLINE DATING SERVICES – jasa online dengan sejumlah biaya yang harus dibayarkan untuk mendapatkan menghubungi atau dihubungi oleh pasangan kencan potensial
  • REFERENCE TOOLS – layanan ini adalah ensiklopedia online dengan berbagai artikel berita untuk riset pendidikan, bisnis atau pribadi
  • STREAMING AUDIO/VIDEO SERVICES (hiburan non-dewasa) layanan ini adalah bentuk berlangganan untuk akses musik, audio atau video (seperti Rhapsody atau RealOne SuperPass)
  • VIRUS PROTECTION SOFTWARE – layanan berlangganan untuk melindungi komputer biasa dari virus; dengan piranti yang biasa digunakan seperti McAfee
  • WEB PAGE BUILDING/HOSTING SERVICES – layanan seperti services Yahoo! GeoCities atau Tripod bisa menyediakan jasa ini secara gratis.

Jadi, jika sebuah perusahaan kecil hendak bergerak maju di perputaran dan pergantian manajemen, produk ataupun pasar, sebaiknya pertimbangan bentuk-bentuk transaksi yang bisa dilakukan atau dimengerti oleh pasar. Perusahaan media besar ESPN (milik The Walt Disney Company) bisa melakukan integrasi terhadap produk offline dengan infrastruktur online. Perputaran manajemen pun di beberapa media milik Rupert Murdoch terasa kian cepat; S-curve is getting shorter in line. This is the time the big names keep their existence once and for all. Dance within the curve…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 6, 2008 in global industry, global media

 

Information Overloaded


Kalau mau membaca opinion-maker seluruh dunia (tentu tentang topik yang mendunia), ada beberapa link situs koran yang bisa diintip. Silakan lirik saja sebentar, karena tak banyak orang mampu untuk menyimpan semua informasi, baik di kepala ataupun di external harddisk. Beberapa koran memang masih dalam satu rumpun kepemilikan atau afiliasi khusus dengan The New York Times Company, pemilik tunggal International Herald Tribune. Sekarang silakan lirik saja, kalau sempat mencerna berita dari angle yang berbeda, selamat!

***

Berhubung ada permintaan untuk media di Indonesia yang bisa diklik di sini (yang memang masih didominasi detik.com, yang tak punya edisi cetaknya) saya lampirkan di bawah ini beberapa.  Situs berita di bawah ini adalah mulai koran hingga majalah, mulai yang umum hingga spesifik ke berita ekonomi bisnis. Saya hanya cantumkan yang sering saya klik. Selebihnya saya bisiki saja yah carinya di mana:

Masih ada puluhan link lagi, silakan klik di sini jika mau cari koran di daerah. Good luck!

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 25, 2007 in global media, informasi, information, koran, koran global, newspaper, opini

 

Murdoch the Merciless


Bicara media global tentu tak lepas dari sosok mammoth Rupert Murdoch. Aksi terakhir News Corporation miliknya adalah mengakuisisi Wall Street Journal (WSJ). Koran finansial ini memiliki edisi khusus Eropa dan Asia yang konon akan “dikecilkan” fungsinya pasca-akuisisi. Sebuah pertarungan jurnalisme vs kapital? Atau lebih luas lagi…

Menempatkan Nicholas Negroponte bersama Louis Boccardi, Thomas Bray, Jennifer Dunn dan Jack Fuller sebagai anggota komite yang mengawasi dapur editorial WSJ, Murdoch tahu benar bagaimana menakar kekuatan.

Nicholas adalah seorang profesor MIT, pendiri banyak entitas online termasuk majalah Wired, dan adik dari wakil Mensesneg Amerika Serikat John Negroponte. Sedangkan Jennifer Dunn (almarhumah) adalah pengurus Partai Republik, dan Louis Boccardi adalah CEO dari Associated Press. Buku Nicholas Negroponte “Being Digital” adalah buku yang saya baca tahun 1997 (dan kemudian saya kagumi karena Nicholas mengucapkan, “Saya hanya menulis masterpiece satu kali, ‘kan orang punya rumah–home, not house–hanya satu saja”).

Murdoch juga membuka akses gratis bagi WSJ edisi online, yang sebelumnya merupakan situs berita internet yang memungut biaya berlangganan. Financial Times (FT), sebagai kompetitor langsung akhirnya juga membuka akses setengah-gratis, karena masih memungut biaya dengan kuota artikel. The Economist, majalah dalam ruang kompetisi yang sama dan sebagai salah satu pemilik Financial Times, kemudian mendukung “kampanye” online yang dilakukan FT. Competition is pretty fierce out there.

Banyak pemain industri berbagai sektor menyimpan keraguan imparsialitas WSJ pasca-akuisisi ini, tapi masih perlu waktu untuk pembuktian. Jejaring Murdoch kian meraja, menyatukan berbagai platform (pipa distribusi), beragam layanan dan jenis industri di bawah kubah News Corporation. Ini adalah suatu hal yang tak pernah terbayangkan oleh siapapun di dunia ini sepuluh tahun lalu. Shockingly interesting?!

Mungkin tinggal selangkah lagi untuk melengkapi konvergensi di dunia informasi dan komunikasi dunia; yaitu di saat News Corp mampu mengakuisisi Nokia atau pabrik perangkat (gadget) teknologi industri lain, maka Murdoch akan menjadi Murdoch the Merciless? Titip salam buat Flash Gordon…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 18, 2007 in global industry, global media, Rupert Murdoch

 

Global Media Planning/Buying: Indonesia Next


 

The Internationalists are the new-age citizens who are populating today’s world. They are the decision-drivers, avid travellers, big spenders and conscientious consumers. They are global influencers, early adopters, and frequent travellers who are committed to global issues and life-long learning. They are BBC World’s viewers.

BBC World melakukan kampanye “The Internationalists” untuk merangkul iklan-iklan multinasional masuk ke koceknya. Kampanye ini menggunakan tokoh-tokoh seperti John Daguerre a “half-Basque, seven-sixteenths Celt Iberian, one-sixteenth Amerindian who speaks 10 languages.” Menarik, karena tak banyak orang seperti dia beredar di Indonesia, bukan? Sayangnya lagi, kebanyakan biro iklan (walaupun memiliki afiliasi seluruh dunia) masih berpikir bahwa berita itu masih lokal, jadi untuk apa beriklan di media pan-regional?

Sejalan dengan kampanye iklan global ini, BBC berusaha ekspansi ke seluruh dunia, di antaranya membangun saluran anak Cbeebies, rumah produksi dan radio di Mumbai, India.

BBC berharap meraih iklan antar-kawasan di dunia yang ternyata bukan pekerjaan mudah. Strategi media planning/buying dalam skala internasional adalah bisnis kompleks, dengan segala keterbatasan media yang ada di tiap negara, format harga iklan yang beragam, peraturan yang berbeda hingga masalah booking lead-times. Tentu diiringi dengan perhitungan khusus variabel media dan jangkauan (media mix & reach) yang membutuhkan riset media yang tidak murah.

Pertanyaan saya kemudian, apakah worth it BBC World atau jaringan media internasional bersusah-payah berkampanye untuk meraih iklan lintas-kawasan ini?

1. Pengiklan global sudah cukup banyak, sebutlah Coca Cola hingga Puma, atau Guess hingga Hewlett Packard. BBC beroperasi di India dengan pertimbangan bahwa selama ini adex (advertising expenditure) sejumlah 90 brand atau perusahaan, seperti institusi finansial, IT atau otomotif. Perusahaan seperti Samsung dan Nokia adalah pengiklan setia BBC India. Pricewaterhouse memproyeksikan tahun 2010 bahwa media dan hiburan global (global entertainment and media, E&M) akan meraup iklan hingga $1,8 trilyun.

2. Pertimbangan media buying house hari ini adalah fokus ke program-specific strategy. Jika mereka harus mempertimbangkan global media reach strategy untuk belanja iklan produk multinasional, BBC tentu telah mempertimbangkan porsi belanja iklan yang signifikan. Kampanye “internationalists” ini adalah satu upaya menggeser pertarungan program-specific ke global media reach strategy.

Pertanyaan saya kemudian adalah–dalam konteks persaingan usaha di Indonesia–apakah ada media di Indonesia yang sudah memiliki visi sejauh ini?

Jika ingin meraih keuntungan secara global, saya berpendapat bahwa polarisasi kepemilikan media menjadi satu hal lumrah; selain juga untuk mencapai titik efisiensi terbaik. Mengapa? Langkah kaki seperti MNC aka Global Mediacom (yang telah melakukan integrasi vertikal dengan cerdas) atau Trans Corp aka Para Group (yang mencoba melebarkan sayap ke media cetak) menjadi penting untuk melawan “gajah” media yang sudah berancang-ancang meraup uang global jauh-jauh hari. Local entity with significant market power is one weapon to defend against big, fat invader. Sebelum ada BBC ataupun Fox Media masuk, telah masuk Star TV Group dan Astro All Asia Networks ke dalam entitas media kita.

Jangan lupa juga, bahwa dari negara-negara berkembang di dunia, Indonesia adalah negara paling awal memiliki satelit komunikasi (communication satellite bird). Selain itu, populasi yang cukup besar serta infrastruktur media di Indonesia yang kian membaik merupakan atraksi sendiri bagi pemodal asing. Penting akhirnya negeri ini benar-benar membuat aturan main yang adil bagi investasi asing masuk tapi juga melindungi pemain lokal yang ingin main ke kolam global.

Dalam rangka berusaha secara defensif ataupun ofensif, kasus BBC di India menjadi contoh yang baik untuk MNC (Media Citra Nusantara), Trans Corp, hingga KKG (Kelompok Kompas-Gramedia) mempersiapkan diri. Akan semakin banyak pemain asing dengan kekuatan kapital luar biasa berniat melebarkan “kuping gajahnya” ke mana-mana, dan satu hari nanti hingga ke Indonesia. Untuk itu, anak negeri yang lincah ibarat kancil diharapkan berkompetisi lebih cerdas lagi. And let the race begin…