RSS

Arsip Kategori: vocabulary

Tugas MKTV: Commoditize


Tindakan mengubah proses, barang, dan jasa menjadi satu komoditas yg mudah diperoleh, banyak kuantitasnya, dan seterjangkau mungkin.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 28, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

Tugas MKTV: Economic Man


‘Economic Man’, atau bisa juga disebut ‘Homo Economicus’ digunakan pertama kali pada akhir abad ke sembilan belas. Kata ini mengacu kepada sosok manusia sebagai makhluk rasional dan selalu mencoba untuk memaksimalisasikan keuntungan yang akan didapat untuknya. Bagi orang awam, definisi ini berarti manusia yang akan selalu mencari profit sebanyak-banyaknya, sehingga kata ini memiliki konotasi negatif. Namun jika ditelaah lebih lanjut, konsep ini tidaklah seperti itu, melainkan bagaimana manusia bertindak secara rasional dan berkebebasan dalam menentukan pilihan-pilihan yang ada untuk mencapai tujuan. Dari pernyataan tadi, dapat diperoleh kesimpulan bahwa setiap manusia pada dasarnya adalah ‘Economic Man’, jadi kata ini bukan mengacu kepada orang-orang yang serakah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 28, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

Tugas MKTV: Keynesian


Keynesian econnomics atau yang bisa juga disebut keynesianism adalah sebual teori mekroekonomi yang dicetuskan oleh John Maynard Keynes. Ekonomi Keynesian adalah teori dari total pengeluaran dalam perekonomian (disebut permintaan agregat) dan dampaknya pada output dan inflasi.Teori ini mengatakan bahwa baik pemerintah maupun sektor swasta memiliki  peran yang sama-sama penting dalam kebangkitan perekonomian suatu negara.

Teori ini menentang teori laissez-faire, suatu teori ekonomi yang meyakini bahwa pasar dan sektor swasta dapat berjalan sendiri tanpa campur tangan negara. Teori ini berpendapat bahwa kebijakkan sektor swasta terkadang mengundang adanya situasi makroekonomi yang tidak efisien. Maka dari itu, dibutuhkan adanya tanggapan dari pemerintah berupa kebijakan-kebijakan aktif, termasuk kebijakan moneter oleh bank central maupun kebijakan fiskal oleh pemeritah sendiri yang mampu membuat output dari siklus bisnis suatu negara menjadi stabil kembali.

Keynesian percaya bahwa permintaan agregat dipengaruhi oleh berbagai keputusan ekonomi baik dari pemerintah maupun sektor swasta dan kadang-kadang berperilaku tak menentu.

1. Simak
2. Baca secara fonetik
3. Kamus – Lihat kamus yang lebih detail

Keynesian berpendapat bahwa keadaan makroekonomi dapat mempengaruhi perilaku individu ekonomi mikro. Ia berpendapat bahwa kebijakan pemerintah dapat digunakan untuk meningkatkan permintaan pada level makro, untuk mengurangi pengangguran dan deflasi. Jika pemerintah meningkatkan pengeluarannya, uang yang beredar di masyarakat akan bertambah sehingga masyarakat akan terdorong untuk berbelanja dan meningkatkan permintaannya (sehingga permintaan agregat bertambah). Selain itu, tabungan juga akan meningkat sehingga dapat digunakan sebagai modal investasi, dan kondisi perekonomian akan kembali ke tingkat normal.

Menurut teori Keynes, perubahan dalam permintaan agregat, baik diantisipasi atau tidak terduga, mempunyai pengaruh jangka pendek pada output riil dan kesempatan kerja, bukan pada harga. Ide ini digambarkan, misalnya, dalam Phillip’s curves yang menunjukkan inflasi hanya naik perlahan ketika pengangguran turun.

Keynesian percaya bahwa apa yang benar tentang jangka pendek tidak bisa serta merta disimpulkan dari apa yang harus terjadi dalam jangka panjang. Mereka sering mengutip pernyataan terkenal Keynes, “Dalam jangka panjang, kita semua mati,”untuk mengakhiri seuatu perdebatan.

Simak: Baca secara fonetik

Kamus – Lihat kamus yang lebih detail

http://en.wikipedia.org/wiki/Keynesian_economics

http://www.gudangmateri.com/2010/05/teori-ekonomi-keynesian.html

http://www.econlib.org/library/Enc/KeynesianEconomics.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

Tugas MKTV: Anti-dumping


Dalam perdagangan internasional, persoalan anti-dumping ini merupakan persoalan yang mendapat perhatian sangat besar oleh berbagai negara karena berkaitan dengan usaha untuk mewujudkan fair free trade. Mengenai hal ini, WTO sebagai badan yang mengatur perdagangan dunia telah mengaturnya melalui Persetujuan Anti-Dumping (Anti-Dumping Agreement atau Agreement on the Implementation of Article IV of GATT 1994). Melalui persetujuan ini, maka tiap negara anggota WTO akan terikat oleh tarif yang sama (binding tariff) sehingga setiap pengeskpor tiap dapat menetapkan seenaknya harga barang yang mereka jual Dumping sendiri merupakan suatu cara berdagang yang dilakukan dengan menjual barang hasil produksinya pada harga yang lebih rendah dari harga normal negerinya di negara pengimpor. Hal ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang besar dari negara pengimpor tersebut. Jika hal ini dilakukan oleh negara pengekspor kepada negara pengimpor, maka tentu saja keuntungan yang didapatkan akan sangat besar dan bahkan akan membahayakan perusahaan-perusahaan di dalam negeri si pengimpor. Dengan adanya persetujuan anti-dumping ini, maka diharapkan terciptanya sebuah sistem perdagangan yang adil karena tiap negara akan terikat pada suatu aturan yang tidak memberikan kewenangan sepenuhnya pada para produsen untuk menetapkan harga sesuai dengan yang diinginkannya.

Dalam persetujuan Anti-Dumping, pemerintah diperbolehkan mengambil tindakan sebagai reaksi jika dumping berakibat pada terjadinya kerugian sektor usaha dalam negeri. Hal yang harus dilakukan oleh pemerintah ialah membandingkan tingkat harga ekspor suatu produk dengan harga jual produk di negara asalnya.

Robert Willig mengelompokkan dumping ke dalam lima tipe yaitu:

1. Market Expansion Dumping

Merupakan tindakan dumping yang dilakukan oleh pengekspor dengan menetapkan harga mark-up yang lebih rendah di pasar import karena menghadapi elastisitas permintaan yang lebih besar selama harga yang ditawarkan rendah

2. Cyclica Dumping

Dumping jenis ini muncul dari adanya biaya marginal yang luar biasa rendah atau tidak jelas, kemungkinan biaya produksi yang menyertai kondisi dari kelebihan kapasitas produksi yang terpisah dari pembuatan produk terkait.

3. State Trading Dumping

Motifnya masih mengenai keuntungan, namun dumping jenis ini lebih menitikberatkan pada akuisisi.

4. Strategic Dumping

Istilah ini diadopsi untuk menggambarkan ekspor yang merugikan perusahaan saingan di negara pengimpor melalui strategis keseluruhan negara pengekspor, baik dengan cara pemotongan harga ekspor maupun dengan pembatasan masuknya produk yang sama ke pasar negara pengekspor. Jika bagian dari porsi pasar domestik tiap eksportir independen cukup besar dalam tolok ukur skala ekonomi, maka memperoleh keuntungan dari besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh pesaing-pesaing asing.

5. Predatory Dumping

Istilah predatory dumping dipakai pada ekspor dengan harga rendah dengan tujuan mendepak pesaing dari pasar, dalam rangka memperoleh kekuatan monopoli di pasar negara pengimpor. Akibat terburuk dari dumping jenis ini adalah matinya perusahan-perusahaan yang memproduksi barang sejenis.

Studi Kasus:

Indonesia sebagai negara yang melakukan perdagangan internasional dan juga anggota dari WTO, pernah mengalami tuduhan praktek dumping pada produk kertas yang diekspor ke Korea Selatan. Kasus ini bermula ketika industri kertas Korea Selatan mengajukan petisi anti-dumping terhadap produk kertas Indonesia kepada Korean Trade Commission (KTC) pada 30 September 2002. Adapun produk kertas Indonesia yang dikenai tuduhan dumping mencakup 16 jenis produk, tergolong dalam kelompok uncoated paper and paper board used for writing, printing, or other graphic purpose serta carbon paper, self copy paper and other copying atau transfer paper.

Dalam kasus dumping kertas yang dituduhkan oleh Korea Selatan terhadap Indonesia pada perusahaan eksportir produk kertas diantaranya PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk, PT. Pindo Deli Pulp and Mills, dan PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, serta April Pine Paper Trading Pte. Ltd, Indonesia berhasil memenangkan sengketa anti-dumping ini. Indonesia telah menggunakan haknya dan kemanfaatan dari mekanisme dan prinsip-prinsip multilateralisme sistem perdagangan perdagangan WTO yang mengedepankan tranparansi. Indonesia untuk pertama kalinya memperoleh manfaat dari mekanisme penyelesaian sengketa atau Dispute Settlement Mechanism (DSM) sebagai pihak penggugat utama (main complainant) yang merasa dirugikan atas penerapan peraturan perdagangan yang diterapkan oleh negara anggota WTO lain. Indonesia mengajukan keberatan atas pemberlakuan kebijakan anti-dumping Korea ke DSM dalam kasus Anti-Dumping Duties on Imports of Certain Paper from Indonesia.

Pada tanggal 4 Juni 2004, Indonesia membawa Korea Selatan untuk melakukan konsultasi penyelesaian sengketa atas pengenaan tindakan anti-dumping Korea Selatan terhadap impor produk kertas asal Indonesia. Hasil konsultasi tersebut tidak membuahkan hasil yang memuaskan kedua belah pihak. Indonesia kemudian mengajukan permintaan ke DSB WTO agar Korea Selatan mencabut tindakan anti-dumpingnya yang melanggar kewajibannya di WTO dan menyalahi beberapa pasal dalam ketentuan Anti-Dumping. Pada tanggal 28 Oktober 2005, DSB WTO menyampaikan Panel Report ke seluruh anggota dan menyatakan bahwa tindakan anti-dumping Korea Selatan tidak konsisten dan telah menyalahi ketentuan Persetujuan Anti-Dumping. Kedua belah pihak yang bersengketa pada akhirnya mencapai kesepakatan bahwa Korea harus mengimplementasikan rekomendasi DSB dan menentukan jadwal waktu bagi pelaksanaan rekomendasi DSB tersebut (reasonable period of time/RPT).

Namun sangat disayangkan hingga kini Korea Selatan belum juga mematuhi keputusan DSB, meskipun telah dinyatakan salah menerapkan bea masuk anti-dumping (BMAD) terhadap produk kertas dari Indonesia, karena belum juga mencabut pengenaan bea masuk anti-dumping tersebut. DSB WTO telah menyatakan Korea Selatan melakukan kesalahan prosedur dalam penyelidikan antidumping kertas Indonesia pada 2003. Untuk itu DSB meminta Korea Selatan segera menjalankan keputusan ini.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

Tugas MKTV: Foreclosure


Foreclosure: penutupan, penyitaan (Kamus English-Indonesia John M. Echols & Hassan Shadily)

Foreclosure \Fore*clo”sure\ n. The act or process of foreclosing; a proceeding which bars or extinguishes a mortgager’s right of redeeming a mortgaged estate. [1913 Webster]

Foreclosure n. the legal proceedings initiated by a creditor to repossess the collateral for loan that is in default

Tindakan hukum di mana sebuah bank atau kreditur menjual atau mengambil alih sejumlah properti yang dijadikan jaminan karena pemiliknya tidak memenuhi perjanjian antara pemberi pinjaman dan peminjam. Tindakan ini dapat dilakukan karena pada saat debitur melakukan kredit pada bank atau kreditur, mereka memberikan sebuah jaminan
seperti misalnya rumah, mobil, dan lain sebagainya sebagai jaminan bahwa debitur akan membayar pinjaman tersebut sebelum waktu jatuh tempo. Barang yang sudah disita masih dapat di tebus lagi jika peminjam memiliki cukup uang untuk membayar hutang-hutangnya meskipun peminjam harus melalui berbagai macam hal terlebih dahulu dan biasanya akan dipersulit.

Sumber lain menyebutkan bahwa barang yang sudah disita, seperti misalnya rumah, akan di jual untuk membayar hutang hipotek kepada yang meminjamkan uang. Rumah tersebut atau dijual pada pelelangan umum. Jika yang berhutang tidak bisa melunasi hutangnya sesuai perjanjian, pemberi pinjaman harus mencari orang lain untuk menjadi pemilik rumah yang disita dari peminjam dengan asumsi bahwa yang membeli rumah pada pelelangan tersebut nantinya akan bertanggung jawab untuk membayar sisa hutang hipotek. Foreclosure bisa berarti bahwa kita akan kehilangan rumah dan properti kita dan juga reputasi kredit yang kita di mata peminjam.

Di Amerika sendiri terdapat dua jenis foreclosure. Dalam hukum negara bagian menggunakan “deed in lieu of foreclosure” dimana bank dapat mengambil alih properti untuk melunasi sebuah hutang. Dalam “judicial foreclosure”, properti akan dilelang oleh county sheriff atau pejabat berwenang lainnya.

Peraturan masing-masing Bank yang memberikan kredit dapat berbeda-beda tentang masalah penyitaan, termasuk besarnya bunga yang harus dibayar dan juga lamanya tenggang waktu pembayaran.

Reference:
http://wikipedia.org

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

Tugas MKTV: Social Good


Pengertian Social Good

Social good adalah suatu barang atau layanan yang bermanfaat bagi banyak orang dalam berbagai cara yang memungkinkan. Beberapa contoh klasik dari barang sosial adalah udara bersih, air bersih, dan literasi; di samping itu banyak ahli ekonomi menyebutkan akses layanan seperti kesehatan juga termasuk kedalamnya (kepentingan umum)

Social good, yang dalam bahasa Indonesia dapat disebut barang sosial atau barang kolektif, merupakan barang publik yang dapat diakui kepemilikannya secara pribadi, tetapi biasanya kepemilikan diambil alih oleh pemerintah karena berbagai alasan, termasuk kebijakan sosial, dan keuangan dari dana publik seperti pajak.

http://www.investopedia.com/terms/s/social_good.asp

http://en.wikipedia.org/wiki/Social_goods

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

Tugas MKTV: Forex Market (pasar valuta asing)


Bursa valuta asing (bahasa Inggris: foreign exchange market, forex) atau disingkat valas merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia bursa selama 24 jam secara berkesinambungan.

Arti lain dari Forex (Foreign Exchange) atau Valuta Asing adalah pasar mata uang yang merupakan pasar derifatif terbesar di dunia. Perdagangan ini diawali pada tahun 1971 berdasarkan perjanjian Bretton Woods yang menetapkan perubahan nilai mata uang suatu negara dari kurs tetap menjadi kurs mengambang yang nilainya ditentukan oleh pasar.

FOREX atau secara umum kerap disingkat FX adalah kependekan dari Foreign Exchange alias pertukaran mata uang asing. Dalam bahasa kita dikenal valas atau Valuta Asing. Forex Trading, dengan demikian, merupakan perdagangan mata uang kedua negara yang nilainya berbeda dari waktu ke waktu.

Definisi sederhana dari forex adalah perubahan nilai dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Besarnya transaksi pasar valuta asing berdasarkan survey yang dilakukan oleh Bank of International Settlements (BIS) adalah US$ 80 juta per hari pada tahun 1980 dan saat ini meningkat menjadi US$ 1.5 triliun per hari, dimana lebih dari 50% dari jumlah tersebut ditransaksikan di pasar London.

Pergerakan pasar valuta asing berputar mulai dari pasar Selandia Baru dan Australia yang berlangsung pukul 05.00–14.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu Jepang, Singapura, dan Hongkong yang berlangsung pukul 07.00–16.00 WIB, ke pasar Eropa yaitu Jerman dan Inggris yang berlangsung pukul 13.00–22.00 WIB, sampai ke pasar Amerika Serikat yang berlangsung pukul 20.30–10.30 WIB. Dalam perkembangan sejarahnya, bank sentral milik negara-negara
dengan cadangan mata uang asing yang terbesar sekalipun dapat dikalahkan oleh kekuatan pasar valuta asing yang bebas.

Mata uang yang biasanya diperdagangkan dalam Forex adalah mata uang negara-negara maju seperti Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), Poundsterling Inggris (GBP), Australian Dollar (AUD), dan Euro (EUR). Semua mata uang itu lazimnya dipertukarkan atau diperdagangkan secara berpasang-pasangan atau disebut pair. Misalnya EUR/GBP, CHF, GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, GBP/JPY dan lainnya.

Perlu diketahui bahwa Forex Market adalah pasar yang paling likuid dan paling besar di dunia. Ada trilyunan dolar uang yang berputar di pasar forex setiap harinya. Jumlahnya sering melebihi BNP (Bruto Nasional Produk) negara-negara maju. Luar biasa. Tidak satu pihak pun dapat mengendalikan harganya di pasar untuk waktu yang panjang kecuali pasar itu sendiri yang menggerakkan.

Forex adalah produk investasi yang sifatnya liquid dan bersifat internasional. Perbedaan nilai mata uang sebuah negara yang berubah dari waku ke waktu yang dipengaruhi berbagai macam faktor itulah yang menjadi dasar adanya transaksi keuangan bernama Forex Trading.
PRODUK-PRODUK FOREIGN EXCHANGE
1. US$ = United States Dollar
2. EUR = Euro Uni Eropa
3. GBP = Great Britain Poundsterling
4. JPY = Japanese Yen
5. CHF = Confederatio Helvetica Franc (Swiss Frank)
6. AUD = Australian Dollar

PELAKU PASAR VALUTA ASING / FOREX
1. Bank Sentral setiap Negara
2. Bank Komersial
3. Bank Devisa
4. Lembaga Investasi
5. Institusi Keuangan Non Bank
6. Eksportir dan Importir

Jadi, valuta asing adalah pasar mata uang yang bertukar dari suatu mata uang ke mata uang lainnya yang berbeda-beda. Setiap Negara memiliki mata uang masing-masing, tetapi hanya Negara-negara yang maju dan ekonominya relatif stabil yang diperdagangkan ke seluruh dunia. Valuta asing bahasa inggrisnya Foreign Exchange, artinya pertukaran mata uang asing.
Sumber:
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080718084435AAGYvef diunduh 16.57 tgl
27 Februari 2011

http://id.wikipedia.org/wiki/Bursa_valuta_asing diunduh 17.49 tgl 27 Februari 2011

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,