RSS

Arsip Kategori: vocabulary

Tugas MKTV: Enterprise Value


Enterprise Value (nilai perusahaan) adalah merupakan persepsi investor terhadap suatu perusahaan, yang sering dikaitkan dengan harga saham. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. Pengertian harga saham sendiri yaitu harga yang terjadi pada saat saham diperdagangkan di pasar. Nilai perusahaan yang tinggi mengindikasikan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Namun pada kenyataannya tidak semua perusahaan menginginkan harga saham tinggi (mahal), karena takut tidak laku dijual atau tidak menarik investor untuk membelinya. Oleh karena itu harga saham harus dapat dibuat seoptimal mungkin. Artinya, harga saham tidak boleh terlalu tinggi (mahal) atau tidak boleh terlalu rendah (murah). Harga saham yang terlalu murah dapat berdampak buruk pada citra perusahaan di mata para investor. Harga saham yang optimal dapat dicapai melalui serangkaian penjualan saham di bursa efek. Jadi, jika pasar tertarik dengan dengan saham yang diperdagangkan, maka perusahaan dapat menaikkan harga sahamnya, demikian juga sebaliknya.

Pengertian enterprise value (nilai perusahaan) berdasarkan akuntansi secara sempit yaitu adalah jumlah nilai ekuitas dan nilai hutang perusahaan. Jadi definisi enterprise value (EV) atau nilai perusahaan dari sisi investor berbeda dengan definisi akuntansi. Seperti yang telah dijelaskan di atas, enterprise value bagi investor adalah nilai bisnis perusahaan atau nilai jual/beli perusahaan yang telah memperhitungkan nilai aset, hutang, dan ekuitas perusahaan, serta melihat aset yang tidak berwujud yaitu kualitas bisnis perusahaan dan kualitas manajemennya. Pemahaman akan EV akan membantu perusahaan dalam menjaga dan meningkatkan nilai perusahaannya, terlebih EV dengan perspektif jangka panjang dan kelangsungan suatu bisnis.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

Tugas MKTV: Standard of Living


STANDARD OF LIVING

Standar hidup adalah ukuran kesejahteraan ekonomi. Hal ini biasanya mengacu pada ketersediaan barang langka dan jasa, biasanya diukur dengan pendapatan per kapita atau konsumsi per kapita yang dihitung dalam dolar konstan, kualitas dan ketersediaan lapangan kerja, kesenjangan kelas, tingkat kemiskinan, kualitas dan keterjangkauan perumahan, produk domestik bruto, tingkat inflasi, jumlah hari libur per tahun, kualitas kesehatan dan ketersediaan pendidikan, harapan hidup, harga barang dan jasa, infrastruktur, pertumbuhan ekonomi nasional, stabilitas ekonomi dan politik, kebebasan politik dan agama, kualitas lingkungan, iklim dan keselamatan, dll. Standar hidup berkaitan erat dengan kualitas hidup.

Jika distribusi pendapatan sangat tidak merata, maka walaupun ketersediaan komoditas per kapita tinggi, sejumlah besar orang mungkin memiliki standar hidup yang sangat rendah dan yang lain memiliki standar hidup yang sangat tinggi. Peningkatan standar hidup didapat dari hasil perbaikan pada faktor-faktor ekonomi seperti produktivitas atau pertumbuhan ekonomi rill per kapita, distribusi pendapatan dan ketersediaan pelayanan publik, dan faktor non ekonomi misalnya asuransi kerja, lingkungan yang bersih, rendahnya tingkat kejahatan, dll.

Standar hidup sering digunakan untuk membandingkan wilayah geografis, seperti standar hidup di Amerika Serikat dibandingkan dengan standar hidup Kanada, atau standar hidup di St Louis dengan standar hidup New York. Standar hidup juga dapat digunakan untuk membandingkan titik-titik berbeda dalam satu waktu. Sebagai contoh, dibandingkan dengan abad yang lalu, standar hidup di Amerika Serikat telah meningkat pesat. Daya beli masyarakat terhadap suatu barang meningkat dan barang-barang yang dulunya mewah, seperti lemari es dan mobil, sekarang tersedia secara luas. Selain itu, waktu luang dan harapan hidup telah meningkat dan jam tahunan bekerja telah menurun.

Ukuran yang paling sering digunakan untuk mengukur standar hidup adalah pendapatan nasional bruto per kapita (GDP per kapita). Salah satu kelemahan pada standar pengukuran hidup adalah hal itu tidak memperhitungkan beberapa faktor yang penting tapi sulit untuk dihitung, seperti tingkat kejahatan atau dampak lingkungan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

Tugas MKTV: Bankrupt


Berdasarkan Oxford Learner’s Pocket Dictionary Fouth Edition terbitan Oxford University Press tahun 2008, “Bankrut atau bankrupt” didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk membayar hutang dan berarti juga kehilangan aset sama sekali. Orang yang dinyatakan bangkrut oleh pengadilan juga disebut banktupt.

Bankrupt adj à 1. unable to pay your debts 2. Completely lacking in anything good.

Bankrupt n [C] (law) à person who is declared bankrupt in a court of law.

Tidak berbeda jauh dengan pengertian tersebut, Wikipedia juga mendefiniskan bankrupt sebagai status legal seseorang maupun organisasi yang tidak bisa membayar hutang kepada pihak yang memberikan hutang.

Bankruptcy or insolvency is a legal status of a person or a organisation that cannot repay the debts it owes to its creditors.

OPINI

Secara sederhana, saya sendiri dapat mengartikan bankrupt sebagai keadaan sebuah negara, organisasi, atau bahkan individu dimana jumlah hutangnya lebih besar daripada aset yang dimilki. Berdasrkan pemahaman ini, maka saya berusaha membuat beberapa contoh terkait kebangkrutan.

• Contoh dari kebangrutan pada level Negara: AS dikatakan bangkrut ketika hutangnya melebihi PDB pada tahun ini.
• Contoh dari kebangkrutan pada level organisasi: Maskapai Adam Air dan Bank Century.
• Contoh dari kebangkrutan pada level individu: Pedagang bakso yang menyewa sebuah ruko tutup usaha karena tidak mampu melunasi hutang atas usahanya itu.

Solusi Kebangkrutan

Lalu jika kebangkrutan sudah di depan mata atau bahkan sudah terjadi, apa yang harus dilakukan? Bukan dengan meminjam makin banyak untuk melunasi hutang. Bukan juga dengan meminjam jumlah uang yang melebihi pendapatan, baik sebagai suatu rumah tangga maupun suatu pemerintahan. Melainkan dengan seperti ini:

“Jika sebuah bank kecil menjadi bangkrut, masalahnya selesai ketika bank itu diambil alih oleh bank lebih besar yang menyuntikkan modal baru kedalamnya. Kemudian, jika sebuah bank yang lebih besar berada diambang kebangkrutan, persoalannya terpecahkan ketika bank tersebut diambil-alih oleh pemerintah, yang menyuntikkan modal tambahan kedalamnya; tetapi jika yang mengalami kebangrutan itu adalah sebuah negara dengan perekonomian terbesar di dunia, seperti AS … Dari mana dana baru akan datang untuk menyelamatkannya?”

Contoh yang mengaplikasikan solusi ini adalah Bank Century yang diambil alih oleh pemerintah dan Bank Mandiri yang merupakan peleburan empat bank yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim and Bapindo yang dilakukan pemerintah pada akhir tahun 1990an.

(http://nicoomer.blog.kontan.co.id/2011/02/07/apakah-amerika-serikat-bangkrut/)

OPINI

Karena itulah, agar terhindar dari kebangkrutan, sebaiknya sebuah usaha maupun negara harus selalu menjaga dan meningkatkan pendapatannya agar selalu lebih besar daripada hutang yang dimilikinya, bukan dengan berhutang lebih banyak lagi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

Tugas MKTV: SES (Socio-economics Status)


Socioeconomic status (SES) adalah cara untuk mengklasifikasikan individu ataupun sebuah keluarga berdasarkan kemampuan ekonomi ataupun status sosialnya. SES bisa diukur dengan beberapa variabel. Bisa dilihat dari segi pendapatannya (income), pengeluaran rumah tangga (household expenditure), pendidikan (education), pekerjaan (occupation), dan lainnya. Setiap negara ataupun perusahaan punya cara tersendiri untuk mengklasifikasikannya. Biasanya SES ini dibagi menjadi 3 kategori atau segmen utama, yaitu high SES, middle SES, dan low SES untuk mendeskripsikan 3 tipe individu atau keluarga yang dijadikan bahan pengamatan.

Dengan adanya SES ini, sebuah perusahaan dapat menciptakan penawaran produk atau jasa yang sesuai dengan kategori atau segmen tersebut dan memberikan harga yang sesuai bagi kategori atau segmen yang dijadikan sasaran. Perusahaan juga akan lebih mudah memilih saluran komunikasi dan distribusi yang terbaik, serta mengetahui persaingan yang terjadi dengan saingannya atau kompetitior lain.

Di Indonesia, yang mengadakan pengukuran SES ini salah satunya lembaga AGB Nielsen yang mempertimbangkan dari segi monthly household expenditure atau pengeluaran rumah tangga bulanan. AGB Nielsen kemudian membagi masyarakat

Indonesia menjadi beberapa kategori atau segmen, yaitu:
A1 (> Rp 3.000.000)
A2 (Rp 2.000.0001 s.d. Rp 3.000.000)
B (Rp 1.500.001 s.d. Rp 2.000.000)
C1 (Rp 1.000.001 s.d. Rp 1.500.000)
C2 (Rp 700.001 s.d. 1.000.000)
D (Rp 500.001 s.d. Rp 700.000)
E (<= Rp 500.000)

Meskipun beberapa pihak tidak terlalusetuju dengan pengelompokkan ini karena sebaiknya dalam menentukan SES juga melihat variabel-variabel lainnya, tetapi pengelompokkan ini tetap dipakai untuk menentukan strategi pemasaran. Contohnyasaja adalah dalam menentukan target penonton suatu program televisi karena apabila tidak ditentukan, tujuan dari program acara televisi itu pun tidak akan sampai dengan sempurna kepada masyarakat yang menontonnya.

 

 

 

Referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/Socioeconomic_status

http://researchexpert.wordpress.com/2007/07/04/menggugat-pengukuran-konsep-social-

and-economic-status-ses/

http://ricky.muchtar.com/marketingtheory/2009/05/segmentasi-dan-social-economy-status/

http://vidinur.com/2010/11/04/ses-socio-economic-status-ndonesia/

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 26, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , , ,

Tugas MKTV: Inefficient


Inefficient secara bahasa berarti in-efesiensi atau tidak efisien. Dalam ekonomi hal-hal yang bersifat tidak efisien akan menjadi sesuatu yang sangat dihindari dan harus ditiadakan karena akan berakibat terjaidnya kerugian. Ketidakefisienan di dalam ekonomi secara umum dapat diartikan sebagai suatu hal yang terjadi apabila ssuatu aktivitas yang dilakukan tersebut tidak mempunyai nilai tambah terhadap kegiatan namun tetap dilakukan atau dimasukkan ke dalam kegiatan tersbeut. Sesuatu yang tidak efisien tersebut tidak memberikan value apapun terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini tentu menyebabkan terjadinya kemubaziran atau kesiasiaan. Sehingga harus dilakukan suatu pemotongan siklus aktivitas yang tidak efisien tersebut.

Inefficient economic dapat dilihat dari dua sudut pandang ekonomi yang berbeda, yaitu :
• Secara Makro
Secara makro, ketidakefisienan ekonomi dapat dilihat pada hal negara. Dalam suatu negara, penggunaan uang harus dilakukan secara efisien agar tujuan negara dan kesejahteraan rakyat dapat terwujud secara tepat. Jika terjadi ketidakefisienan penggunaan negara seperti dengan terjadinya kebocoran-kebocoran penggunaan uang maka kesejahteraan rakyat yang dicita-citakan akan menjadi sulit untuk dicapai. Contoh ketidakefisienan tersebut adalah dengan banyaknya terjadi kasus-kasus korupsi yang mengambil uang rakyat dalam jumlah besar. Yang menikmati uang tersebut justru pihak-pihak yang tidak berhak dan malah merugikan, seperti kasus Gayus Tambunan yang merekayasa pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan-perusahaan besar. Hal ini tentu merugikan negara begitu besar. Padahal dari kegiatan yang tidak memberikan value terhadap negara tersebut, uang yang dikorupsi tersebut dapat dipergunakan oleh negara untuk membangun sarana dan prasarana seperti sekolah, jembatan, rumah, dan lainnya untuk rakyatnya. Namun yang terjadi akibat ketidakefisienan tersebut adalah kerugian dan penderitaan serta ketidaksejahteraan rakyat.
Di kasus makro, yang harusnya bertanggung jawab terhadap terjadinya ketidakefisienan ekonomi ini adalah presiden dan para menteri, karena telah membuat rakyat menjadi semakin susah karena sekolah yang semakin mahal, pengangguran yang meningkat, kesehatan mahal, dan berbagai kasus lainnya.

• Secara Mikro
Secara mikro ketidakefisienan ekonomi dilihat pada perusahaan. Pada sebuah perusahaan, dikatakan terjadinya ketidakefisienan ekonomi jika adanya penggunaan modal atau asset yang tidak memberikan keuntungan terhadap perusahaan tersebut. Misalnya sebuah perusahaan X yang bergerak di bidang kaos, memiliki 6 mesin untuk membuat kaos. Target produksi perusahaan X ini dalam sebulan adalah memproduksi 8000 kaos. Padahal jika dilakukan maksimalisasi penggunaan mesin sebagai aset dari perusahaan ini, maka dalam sebulan perusahaan X ini akan mampu memproduksi 8000 kaos tersebut hanya dengan menggunakan 4 mesin secara maksimal. Maka penggunaan 2 mesin lainnya sebenarnya tidak diperlukan dalam siklus kegiatan perusahaan ini. Sehingga dapat dikatakan bahwa telah terjadi ketidakefisienan yang mengakibatkan kerugian ataupu kemubaziran bagi perusahaan ini. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa penggunaan 2 mesin lainnya itu tidak memberikan value kepada perusahaan X itu. Padahal modal atau uang yang digunakan untuk 2 mesin lainnya itu dapat digunakan atau diputarkan ke modal atau aset maupun properti lainnya yang dapat menunjang keuntungan bagi perusahaan tersebut.

Di dalam mikro, yang menjadi penanggung jawab dari terjadinya ketidakefisienan ini adalah direksinya. Karena bukannya memberikan keuntungan atau profit bagi perusahaan namun malah menimbulkan kerugian.

Kerugian akibat inefficient economic dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Telah dikeluatkannya uang namun tidak terjadi pemasukan maupun profit atau keuntungan.
2. Tidak dikeluarkannya uang namun sesungguhnya jika dikeluarkan uang akan mendatangkan keuntungan atau profit. Istilah lainnya adalah opportunity loss.

Kesimpulannya dapat dikatakan bahwa, ketidakefisienan ekonomi ahanya menimbulkan kesiasiaan dalam aktivitas dan tidak memberikan value pada aktivitas tersebut. Dengan ditiaadakannya aktivitas yang tidak efisien tersebut pun tujuan dari kegiatan harus tetap tercapai.

*dari berbagai sumber

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 26, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

Tugas MKTV: Annual Report


Annual report atau yang biasa disebut dengan laporan tahunan adalah laporan kegiatan yang disusun setiap tahun anggaran. Laporan ini biasa disusun oleh suatu perusahaan agar mengetahui kegiatan atau apa saja yang sudah dialami oleh perusahaan tersebut selama setahun, dengan adanya laporan ini, diharapkan kepada para pemegang saham atau orang yang akan menanamkan sahamnya pada perusahaan tersebut akan semakin tertarik dan mengetahui prospek perusahaan tersebut dengan melihat apa saja yang dijalankan oleh perusahaan tersebut selama setahun. Dalam laporan tersebut akan dilaporkan mengenai laporan laba rugi perusahaan, neraca keuangan, kebijakan-kebijakan perusahaan dan informasi lainnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 26, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,

TUGAS MKTV: Pasar Modal (Stock Market)


Pasar modal atau stock market adalah pasar di mana dipertemukannya antara permintaan dengan penawaran akan dana. Di dalam pasar modal, dana yang diperdagangkan adalah dana dalam jangka panjang seperti saham dan obligasi. Dana tersebut juga memiliki variasi sesuai dengan perkembangan perekonomian serta kompleksitas perusahaan yang bersangkutan.
Unsur-unsur yang mendukung pasar modal:
• Adanya perusahaan yang menawarkan saham atau obligasi kepada masyarakat dan telah memenuhi syarat-syarat yang diperlukan,
• Adanya banyak investor, lembaga investasi seperti asuransi, dana pensiun dan lainnya yang bersedia membeli saham atau obligasi,
• Adanya lembaga pasar modal yang dapat mempertemukan untuk peminta dana (demand of funds) dan penyedia dana (supply of funds),
• Adanya perantara dan pedagang efek yang berperan sebagai lembaga penunjang pasar modal.

Sumber: bab8-pokok_pokok_pengertian_pasar_modal.pdf

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 26, 2011 in education, vocabulary

 

Tag: , , ,