RSS

Connecting the Dots


One pixel equals to one cross? Datsright. Salah satu hobi masa kecil saya adalah menyulam kristik, atau cross stitch. Menghitung dan menyilang untuk sebuah gambar indah. Melatih sabar dalam warna-warni itu yang saya sukai dari hobi ini. Hampir 10 hari saya mencoba melihat warna-warni hidup ini dari jauh. Ada yang belum harmoni dari persilangan dan perhitungan gambar saya hari ini.

Bingung? Ya, karena saya memang sedang bingung juga “mau diapain” segitu banyak data yang saya miliki (tapi belum tersambung indah itu). Antara berpikir “tesis-antitesis-sintesis” tapi terlalu mblusuk masuk ke detail data, itulah kekurangan saya. Ada dua buku yang harus saya selesaikan sebelum Lebaran. Satu laporan hocus pocus mumbo jumbo public policy thingy, yang lainnya target pribadi: buku kumpulan puisi.

Now what? Kenapa saya harus mikirin Sumber Daya Air yah, secara itu bukan ranah riset saya? Yeap, connecting the dots of many thoughts. Dan sekarang saya sedang melepuh di kesendirian… besok pagi harus ke pasar mencari peralatan menyulam sepertinya yah?

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 16, 2016 in public policy

 

Hibernated, Prioritized


Writing and reading. Yes, I got kinda fed up with the bling-bling life¬† that I cannot cooped up with. The thrill was something, but the reward was nothing. I could have written more, done something else for any good deeds or causes. For a week of “reclining ’em all”, I have finished writing another non fiction book with so so so tiresome (but satisfactorily wholesome) of deep research. What I love about writing is that I could onnect the loose ends, connecting those dots into something VOILA! I thought so, too! Or, ach so, I did not expect that…

The thrill is not for me. It is for others’ sake. I could confirm and conform them with new data, outrageous thoughts. But now, I must get out and meet some old buddies. Recharging after hibernating for a not-going-out-no-makeup-nor-dressup week is something. Yes, I only have few trustworthy, my-life-at-stake-trusted friends, and I always look forward to meeting those valuable friends. I keep them for keeping my life on track. Priority friends, see you tonite!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 13, 2016 in friendship, introvert, lifestyle, public policy, trusts

 

A Book to Finish


Yeah right….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 27, 2016 in public policy

 

Kelas Terakhir Semester Ini



3

 

Semester ini mungkin semester terburuk dalam pengalaman saya mengajar di FISIP UI. Sesungguhnya saya hanya mengejar data nyata agar tetap aktual dan “link-&-match” antara kampus dan dunia kerja kelak. Bolong mengajar itu tak dapat saya hindari, maklum masih kopral di tempat saya mengejar data seluruh Indonesia itu. Psstt… apa itu, masih rahasia ya…

Baiklah, mari kita fokus ke substansi bahan ajar saya. Bisnis media dalam kaitannya kampanye berhasil guna: Pariwisata Pesona Indonesia. Dengan sepuluh destinasi unggulan yang dipromosikan pemerintah hari ini, ada empat sampling yang saya kunjungi dan nilai kesiapannya. Apa bagaimana menilainya? Baiklah saya bocorkan sedikit.

Intinya adalah bahwa penilaian itu dilihat dari kacamata obyek pariwisata: wisatawan. Apa yang mereka lihat? Banyak. Salah satu yang sudah dikonsepkan secara global adalah laporan World Economic Forum “Global Travel and Tourism Report 2015”. Variabel indikator dalam laporan ini adalah variabel penilaian kesiapan kesepuluh destinasi, yang kelak akan dikembangkan menjadi 88 destinasi di seluruh Indonesia.

Nah, kelas saya semester ini harus berkutat pada angka-angka ini. Bagaimana bisa berbarengan antara kampanye ke luar, dan mempersiapkannya di dalam? Kampanye itu juga adalah untuk membuka mata setiap pemangku kepentingan di destinasi unggulan ini untuk “bermimpi” mendapatkan nilai terbaik dari setiap indikator WEF T&T Competitiveness Index. Hingga hari ini, Indonesia masih perlu memperbaiki posisinya. Kalau kita bekerja bareng, tentu bisa kok… dan jadi teringat posting satu kawan di media sosial perihal “menolak pariwisata” alasan merusak budaya dan alam. Cek lagi di nomor 6.02, 9.05, 13.033 (protected areas), dan seterusnya. Bacalah sampai tuntas WEF T&T Competitiveness Index yang dinilai dalam laporan yang jadi panduan pebisnis dan pengambil keputusan dunia ini. Semua itu harus harmonis.

Apa yang akan kamu lakukan jika arusnya sudah masuk sedemikian deras? Apakah tidak kamu lihat kaitannya pembangunan sebuah negara, fisik ataupun psikis, macam Singapura yang tak punya banyak nilai sejarah itu, tapi mampu melaju pesat seabad terakhir? Kalau cuma ngomel saja, ya memang di situlah saya merasa sedih. But not really. Luckily, I am glad that so far, that your negativity did not influence me at all.¬† I am on the right track. Scoot… scoot….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 27, 2016 in public policy, world economic forum

 

When we are sixty four


When I get older losing my hair, many years from now. Will you still need me, will you still feed me, when I am sixty four?

Malthus. Health. How the state should prep all. The Report: WorldPopulationAgeing2013 says not so good… And many much more hilarious subtopics of ageing that I learnt tonight. And if you say the word, I could stay with you…. syalalalalaa

AGEING

 

 

 

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 24, 2016 in public policy

 

Lama gak ngapdet


Kebijakan publik.

Topik ini baru saya kenal lepas MPKP, Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik, Universitas Indonesia. Saya bukan mahasiswa terbaik di kelas. Bukan juga yang termuda, karena dari Reny yang baru lulus kuliah S1-nya saya justru belajar Mikro Ekonomi. Yap, karena saya sudah lama lulus S1 dan bukan pula dari Ilmu Ekonomi.

Mengalir sejak 2007, dan mencintai topik kebijakan publik segala pendekatan teori dan prakteknya, saya pastinya akan bereaksi *mengernyitkan jidat* jika ada yang masih mencaci pemerintahan hari ini. Ya, memang tidaklah sempurna-malaikat, tapi lihatlah bagaimana pemerintahan hari ini membersihkan piring kotor para koruptor sepuluh tahun terakhir atas nama parpol. Oh ya, saya banyak membantu sekretariat DPR, DPD dan MPR selama 5 tahun terakhir. Jeroannya terlihat nyata di dalam perut kesekretariatan itu. Partai politik memang beban high cost economy negeri ini. Panjang lagi ceritanya kalau mau membahas ini.

#curhat #bukansoalkebijakan

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 19, 2016 in public policy

 

Insider Trading, So What?


I am in the information business, the fun part, not the *think-wrinkled* part. Financial business, is an intangible business. And anything with intangible status is sensitively proned to rumors. My fun part is that any actress who gets most media coverage is likely to get the most fees for every episode or off-air stage show. When she got caught for using drugs, then auto-reject mode is on. Her contract to many product she represents got scrapped immediately. Fire… fire… pants on liar? #eh

And then the financial business. There is actually room to deny or to correct any news, if the news bureau is gentlemen enough to post the correction. Let alone the *media abal-abal*. The complexities of one issue led to another and another and another… is that the media must be responsible and aware of the side effects. Someone’s career in jeopardize. Someone’s lives are dependent on the subject of the *rumor*. One topic that caught my attention is that there is so much rumors today than 10 years ago. There is so many people are caught on the web not-so-kind words of mouth. Gossip for actress is allowed as far as the celebrity finds is mutual for her career, even as nasty as divorce highlights for a month! For financial business, this is not the case because financial industries are working on prudency and privacy. Oh yeah, money is privacy issues. If I know how much I am worth, then I would not want to travel without masker (remember Michael Jackson’s gas mask everywhere he wore then whe he was alive?)

Okelah kalau begitu… we must focus on what’s really the issue on every subject any media highlighted on daily basis, let alone seconds (Detik.com).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 2, 2015 in public policy

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,