Ada pernyataan seorang kawan akhir-akhir ini, saat bertemu dengan pelaku pasar televisi berlangganan di Indonesia. Sebelum sering-sering bermain ke Gorontalo dan Balikpapan untuk melihat dan mendaftar pemain-pemain kecil spanyol*, ada baiknya konsepsi dasar tentang struktur pasar harus dipahami secara mendalam. Saya jadi tersenyum sekaligus menggeleng, “Kenapa juga pasar oligopolistik jadi merugikan masyarakat?” Pak, jangan memberikan pernyataan sebelum melakukan riset dan pendalaman pemahaman, ya.
***
Pasar monopoli pun bisa terjadi secara alamiah, karena penguasaan teknologi atau modal kapital yang besar. Saat sang pemain monopoli ini mulai melakukan tindakan merugikan masyarakat (dan ada hitungannya), di saat ini pula kebijakan persaingan usaha berperan.
Secara singkat ada sedikit perbedaan antara persaingan sempurna dengan monopolistik:
Pasar persaingan sempurna:
- banyak pembeli dan banyak penjual
- produk yang homogen
- informasi produk cukup
- free entry
Pasar persaingan monopolistik:
- banyak pembeli dan banyak penjual
- produk yang terdiferensiasi
- informasi produk cukup
- free entry
Produk yang mirip bisa terdiferensiasi karena geografi (lokasi Alfamart di dekat rumah saya lebih nyaman ditempuh daripada Indomaret lima rumah di sebelahnya). Alfamart itu berada di daerah yang tidak terlalu ramai untuk diseberangi dibanding Indomaret. Produk yang mirip juga bisa terdiferensiasi karena iklan yang terus-menerus. Cairan pencuci rambut (shampoo) merek Sunsilk yang berbotol hijau adalah untuk pengguna jilbab. Apa isinya berbeda dengan yang botol kuning, merah muda ataupun biru? Mungkin hanya wewangian dan pewarna yang berbeda, tetapi semuanya tetap cairan pencuci rambut dari bahan kimia sama.
Lalu apa oligopolistik? Di pasar ini, keputusan harga berada di segelintir pemain, walaupun berada di banyak pemain. Sebagai price leaders, segelintir pemain ini bisa membuat skema sebagai berikut:
- Perusahaan oligopoli berkonspirasi dan berkolaborasi untuk membuat harga monopoli dan mendapatkan keuntungan dari harga monopoli ini
- Pemain oligopoli akan berkompetisi dalam harga, sehingga harga dan keuntungan menjadi sama dengan pasar kompetitif
- Harga dan keuntungan oligopoli akan berada antara harga di pasar monopoli dan pasar kompetitif
- Harga dan keuntungan oligopoli tak dapat ditentukan, indeterminate.
Di sini, barulah kita bermain dalam sebuah teori permainan. Game theory. Ada tata cara bermain dan penaltinya juga! Dilanjutkan nanti ya…
* Catatan: spanyol = separuh nyolong, sebuah istilah yang dikemukakan oleh seorang filantropis pemilik satelit negeri ini, “Sesungguhnya inilah Indonesia Raya, negara kepulauan yang tak mampu diurus semuanya di pusat.”
thx for ur artikel, it’s very useful for me
glad to share… good luck with your tasks.
aduuu..
kuq gg terperinci y?
jdii bingung and terkesan gg ada guna.
mav !
but, that was reality.
hhe.
tq daah !
dear “student”,
maaf, ini bukan textbook, cuma curhat. mungkin kali lain aku buatkan pdf file saja ya… good luck with your paper.
Ada beberapa pertanyaan nih..
1. Pasar persaingan sempurna bisa berisi pasar oligopoli atau pasar oligopoli itu sama dengan pasar persaingan sempurna?
Pemahaman saya thd oligopoli biasanya barang yang ditawarkan cenderung homogen dan biasanya barang bersifat homogen memiliki tingkat kepuasan sama (bila dijual oleh siapapun) sehingga permainan harga dalam pasar ini sangat sensitif, artinya bila ada pemain yang berani menurunkan harga penawarannya, walaupun sedikit, pastilah pemain ini akan lebih laku di pasar. Sebaliknya bila ada pemain yg berani menaikkan harga lebih dari pasar, pastilah dia akan ditinggalkan oleh pembeli. Kecuali klo beberapa pemain oligopoli mau melakukan kolusi dan kemudian menaikkan harga penawarannya, ada kemungkinan menjadi isu yg akan diikuti oleh semua pemain lainnya, hingga akhirnya pembeli mau tidak mau harus membeli dgn harga yg lebih mahal dr biasanya. Bagaimana maksud dari persaingan yg sempurna?
2.Apa pengertian barang yg terdiferensiasi hanya sesimpel pengaruh “image” iklan seperti shampo? Wow, so simply!
Bagaimana perbedaan “diferensiasi” dengan barang substitusi (piring dgn mangkok, sendok/garpu dgn sumpit)??
Maaf, kepanjangan (sedang dlm proses pemahaman)
Thank for ur reply. Keep up ur blog!
Dik Beru, kalau mau dibikin mudah begini nih, posisi pasar seakan bergerak dari paling ekstrem itu pasar persaingan bebas menuju ke pasar monopoli:
Pasar Persaingan Bebas –> Monopolistik –> Oligopolistik –> Pasar Monopoli
Pasar persaingan bebas adalah kondisi ideal yang tak pernah ada di dunia ini:
1. Free entry – free exit? Semua pemain masuk dengan mudah dan keluar dengan mudah? Kenyataannya tidak begitu, tidak semua pasar bisa dimasuki dengan mudah; atau kalau bangkrut tak mudah menjual aset dan pindah ke usaha lain.
2. Perfect competition = perfect information (tak akan pernah ada, sehingga kita membeli hanya berdasarkan harga terbagus atau model terlucu, dst).
3. Semua orang menjual barang yang sama di kondisi serupa? Semua pembeli memiliki informasi sama tentang satu barang? Tak akan pernah ada, bukan?
Akhirnya memang istilah persaingan bebas hanya digunakan untuk memudahkan penghitungan. Semua hanya penyederhanaan kondisi yang kompleks di dunia ini.
Sedikit ilustrasi, apa yang dijual di Alfamart dan Indomaret bisa jadi sama, tapi kemudian ada DIFERENSIASI (mulai lokasi, kebersihan tempat, kualitas produk hingga kualitas layanan) –> pasar monopolistik. Di saat Alfamart dan Indomaret kemudian diakuisisi oleh pemilik pasar retail modern yang besar-besar, di sinilah kemudian pasar retail harus dilihat secara lebih luas lagi: karena ada pemain besar di belakangnya –> oligopolistik. Jika kedua pemain besar di belakang Alfamart dan Indomaret, juga para pemain retail kecil bergabung di bawah bendera Carrefour, misalnya, akhirnya pasar ini menjadi –> monopoli. Hanya ada manajemen Carrefour seluruh Indonesia? Yep.
Masalah harga turun oleh pemain besar kemudian disikapi oleh pemain kecil (ikut turun harga hingga akhirnya bangkrut dan ‘exit’ atau keluar), di saat tak ada saingan kecil (tak ada penjual lain) inilah pemain besar menaikkan harga karena berlaku seperti pemain monopoli. Pemain besar juga bisa menahan ’supply’, tak hanya ‘demand’. Tak sembarang orang akhirnya bisa memasok ke Carrefour!
Kembali ke soal diferensiasi; diferensiasi produk dan jasa adalah hal yang WAJIB jika ingin bertahan di tengah kompetisi yang kian ketat hari ini. Iklan hanya salah satu upaya dari sekian ratus diferensiasi yang bisa dijalankan oleh sebuah perusahaan di sebuah pasar. Berbisnis sekarang tak lagi melihat iklan sebagai satu cara ampuh, karena Seth Godin pun menolak iklan massal karena ia percaya dengan “remarkable product”, produk lain dari yang lain. Diferensiasi faktor paling penting dalam perdagangan modern, karena dalam perdagangan sekarang pembeli harus membedakan produk yang sama; bayangkan laptop dengan segala macam-macam merek, ukuran, kecepatan, dst. Sebagian besar perdagangan antar-negara terjadi karena diferensiasi atas barang yang sama. Kenapa? Karena perdagangan di dunia ini dikuasai negara maju, lihat saja produk-produk global yang kita temui dalam keseharian.
Untuk mendapatkan atmosfir ini, sering-sering main ke Alfamart atau Indomaret, nongkrong saja satu jam di sana. Ngobrol dengan kasirnya. Perhatikan mengapa orang membeli merek itu dibanding merek yang lain. Seru deh!
tolonx donx lebih di perinci lagi biar jelas dan gax trjD kesimpangsiuran
Wah, itu sudah cukup panjang lebar… dibaca pelan-pelan ya Ka… kalau ada conference call, lebih baik lagi. Tapi komputer saya tak punya kamera dan mike…
Baca pelan-pelan:
Pasar Persaingan Bebas (pemainnya banyak hingga tak terbatas, dagangannya sama) –> Monopolistik (berkurang/bisa dihitung, dan dagangannya berbeda/heterogen) –> Oligopolistik (berkurang karena ada yang dominan dan jasa/dagangannya ada yang unik) –> Pasar Monopoli (hanya satu pemain)
Masih pusing? Mau traktir saya kopi di mana untuk jelaskan lebih detail?
Waow, ini ilmu baru memahami saya!
Dengan begini saya paham maksud diferensiasi yaitu istilah “membuat barang yang sama jadi beda” begitu kan?.
Oke deh kakak Mila!
Nah ini yang bikin binyun eh bingung saya, ternyata monopoli dan monopolistik itu berbeda ya atau sengaja di-diferensiasi-kan ya?? He..3x
Nah ini ada 2 pertanyaan lagi nih. Tugas nih buat kakak.
Waktu belajar tentang pasar-pasaran, muncul istilah price taking, apa istilah ini sama dengan price leader? Berarti hanya ada pada pasar monopoli ya?
Kakak punya e-mail kan, saya boleh donk tanya2 lewat e-mail?
Klo lewat blog nanti bisa seabreg pertanyaan saya, jarang2 saya ketemu orang jyenius kyk kakak (Muji nih ceritanya)
Okye deh, trims sekali lagi..
Wah, jadi sahut-sahutan ya? Sebenarnya saya juga baru belajar kok, malah baca satu buku saja tidak selesai-selesai. Maaf juga saya bukan penemu istilah monopoli v. monopolistik, tapi begitulah kata guru-guru saya kemarin di kelas.
Price taker v. price leader/price maker.
Yang satu ikut ajah, yang lain setir harga di pasar.
Seseorang “take” dari harga yang orang lain “make”.
Banyak kok bacaan di internet, bisa di-download gratis. Cuma rajin-rajin baca dalam bahasa Inggris *nguuuaappp*
Sukses deh buat Dik/Mas/Mbak/Oom/Tante Beru… cari ilmu ‘gak usah ke negeri China, cukup di-google ajah!
cuma mo kasih comment aja,
MANTEP artikelnya!!thank you ya, brilliant!
apa yang membedakan oligopoli dengan monopolistik?
lumayan artikelnya di dalamnya kurang lengkap tentang pasar monopoli ? berita terbaru ini $1 = Rp. 12.300 wah…. pasti pasar indonesia jadi ribut ya….. memang presidenya kurang mantap . Kak pedalamkan tentang pasar monopoli !?!?!?!?!?!?!?!?!?!?! THANK YOU,TERIMA KASIH, ARIGATO MASHIMAS, MATUR NUWUN, AND FOR ABOUT THE MONOPOLI MARKET
Akhirnyaaa, pengertian pasar-pasaran jelas juga!
Makasih banyak penjelasannya ya Kak, saya mau kuliah jurusan IPS tapi SMAnya ambil IPA. Pusing 8 keliling belajar buat tes masuk univ.
Google teman terbaik deh
aq gax ngerti,tlng di prjls lgi za!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
haiii mbak Mila….
ada pertanyaan nih…tentang pasar persaingan pasar monopolistik..
bagaimana implikasi efisien pasar persaingan monopolistik bagi keputusan manajerial???
bisa ga diperjelas tentang efisiensi pasar persaingan monopolistik???
thanks b4 ya….
waduh waduh……….bikin pening kpala gue…
gue org malaysia..kureng ngerti dong bahasa indon…nway..tq.
Hai Mbak Saras, maaf baru baca pesan ini. Mengingat sudah jarang buka blog ini sejak Januari 2009.
Efisiensi pasar monopolistik? Tindakan manajerialnya? Tarik jauh dikit ya…
Pasar monopolistik tak pernah efisien. Produknya memang heterogen/banyak, tapi tidak ada yang unik. Apakah hari ini bisa semua produk sampo berkemasan dan berisi sama untuk merek berbeda? Ada faktor biaya produksi juga (tapi ini panjang penjelasannya).
Selanjutnya, dari keadaan monopolistik ini adalah asumsi pengeluaran setiap orang terhadap sampo itu tetap (Rp 10 ribu setiap bulan). Jika menguntungkan, semua orang akan ke sana (ada gula, ada semut). Di saat semua orang mulai membuat pabrik sampo, pasar monopolistik ini mulai menjadi tidak profitable lagi. Ia akan mencari titik ekuilibrium baru: Jumlah pabrik sampo meningkat (supply UP) seimbang dengan permintaan sampo (demand CONSTANT) yang tetap akan berpengaruh menurunkan harga sampo (price DOWN).
Bagaimana jika ternyata ada pemain yang tidak efisien dan tak mampu menurunkan harga? Ia akan terlempar ke luar.
Di saat pemainnya berkurang, dan satu atau lebih pemain yang ada itu bisa jadi dominan. Memang, jika pesaing berkurang, bisa jadi ia akan menjadi pemain dominan, bisa juga tidak. Bisa saja pesaing lainnya yang masih ada di pasar yang akan mengambil keuntungan. Di saat inilah pasar bergerak menjadi pasar oligopolistik.
Jika ia menjadi dominan, maka dengan leluasa ia juga akan melakukan tindakan korporasi yang lebih besar. Predatorial, misalnya, yaitu menghabiskan seluruh pemain yang tersisa. Caranya? Yang paling cepat adalah dengan memainkan harga (baca: banting harga, jual produk/jasa di bawah harga produksi, jual rugi.) Jika dilakukan dengan sistematis, “jual rugi” ini bisa membuat lawannya yang tidak efisien gulung tikar.
Efisiensi. Inilah kata kunci bagi tindakan manajerial yang bertujuan agar ’survive’ di pasar monopolistik. Jika tidak efisien, ia akan merugi jika perusahaan pesaingnya bisa efisien. Efisiensi ini bisa di lini persiapan, produksi atau distribusi. Hanya hati-hati dalam melakukan efisiensi, ada hal-hal yang tidak bisa ‘diefisiensikan’ yaitu kualitas (cost-versus-quality trade off). Perhitungkan secara masak-masak, mungkin dengan melakukan FGD (focus group discussion) atas kualitas produk/jasa yang masih diinginkan pelanggan Anda sebelum Anda mengubah strategi efisiensi ini.
***
Saudari Lenny, memang forum ini HANYA untuk orang Indonesia. Sila duduk dan mencerna jika ada masa… adat periuk berkerak, adat lesung berdedak.
saya mw nanya neh mbak…
metode apa yg harus digunakan untk meningkatkan tingkat perekonomian pasar yg ada di indonesia,,pasar tradisional pada umumnya!!!!!
@ Risgi: banyak faktor loh, dan pasar tradisional tidak berdiri di satu ruang hampa…
Sederhananya begini deh, kalau memulai dari 3 pilar pembangunan (stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan) banyak pemimpin (terutama presiden sekarang) yang menyatakan harus dimulai dari stabilitas dulu. Pertumbuhan bisa dipupuk, tapi pemerataan adalah hal terakhir yang sering terlupakan oleh pemerintah kita. Tak semua daerah/klaster daerah yang aman (stabilitas) memiliki sejumlah pasar nyaman (pertumbuhan) yang dapat memenuhi kebutuhan seluruh penduduknya (pemerataan).
Pada akhirnya, pasar itu terbentuk berdasarkan kebutuhan penduduk dan kesiapan pasokan. Makanya ada daerah yang banyak tukang sayurnya, karena pasar jauh atau ada ongkos lebih untuk mencapainya.
Setiap hari saya berbelanja kebutuhan pangan sehari-hari mulai dari:
1. tukang sayur yang lewat; atau
2. pasar dekat rumah yang terkadang kehabisan ikan segar; hingga
3. pasar lingkup kotamadya yang cukup besar dan lengkap.
Willingness to pay saya untuk pasar tradisional tingkat kotamadya harus tinggi, karena berbelanja di sana adalah berbelanja yang lebih eksklusif / mewah terutama ikan atau daging segar. Kalau bicara tentang saya, tentu bicara demand-side. Kalau bicara tentang berapa banyak penjual ikan segar di sana, kita bicara supply-side. Seberapa tinggi kemampuan saya membeli ikan segar setiap hari, berbanding dengan seberapa banyak penjual ikan yang dagangannya laku setiap hari? Inilah pertanyaan mendasar, dan jawabannya adalah sebuah perhitungan menyeluruh dari pemerintah kotamadya setempat. Kenyamanan, keamanan, dan kepastian pasokan menjadi hal penting berbelanja di pasar ini, mau dilihat dari kacamata penjual atau pembeli.
Kalau mau meningkatkan kualitas pasar tradisional di daerah Anda, ada beberapa tahap. Buatlah sebuah rencana kerja dengan target, kategori sebuah pasar tradisional yang ideal hingga jadwal implementasinya dan anggarannya. Hal ini seharusnya yang menjadi prioritas kerja pemerintah provinsi… dan jika Anda menjadi pejabat di satu instansi pemerintah daerah, pastikan Anda mencari data lengkap sebelum merancang peningkatan kualitas pasar tradisional ya… untuk mencari pasar tradisional yang ideal, Anda bisa gunakan Metode AHP (carilah kategori sebuah pasar yang ideal bagi pembeli ataupun penjual).
Good luck ya!