RSS

Pasar Monopoli v. Oligopolistik v. Monopolistik v. Persaingan Sempurna

24 Des

Ada pernyataan seorang kawan akhir-akhir ini, saat bertemu dengan pelaku pasar televisi berlangganan di Indonesia. Sebelum sering-sering bermain ke Gorontalo dan Balikpapan untuk melihat dan mendaftar pemain-pemain kecil spanyol*, ada baiknya konsepsi dasar tentang struktur pasar harus dipahami secara mendalam. Saya jadi tersenyum sekaligus menggeleng, “Kenapa juga pasar oligopolistik jadi merugikan masyarakat?” Pak, jangan memberikan pernyataan sebelum melakukan riset dan pendalaman pemahaman, ya.

***

Pasar monopoli pun bisa terjadi secara alamiah, karena penguasaan teknologi atau modal kapital yang besar. Saat sang pemain monopoli ini mulai melakukan tindakan merugikan masyarakat (dan ada hitungannya), di saat ini pula kebijakan persaingan usaha berperan.

Secara singkat ada sedikit perbedaan antara persaingan sempurna dengan monopolistik:

Pasar persaingan sempurna:

  • banyak pembeli dan banyak penjual
  • produk yang homogen
  • informasi produk cukup
  • free entry

Pasar persaingan monopolistik:

  • banyak pembeli dan banyak penjual
  • produk yang terdiferensiasi
  • informasi produk cukup
  • free entry

Produk yang mirip bisa terdiferensiasi karena geografi (lokasi Alfamart di dekat rumah saya lebih nyaman ditempuh daripada Indomaret lima rumah di sebelahnya). Alfamart itu berada di daerah yang tidak terlalu ramai untuk diseberangi dibanding Indomaret. Produk yang mirip juga bisa terdiferensiasi karena iklan yang terus-menerus. Cairan pencuci rambut (shampoo) merek Sunsilk yang berbotol hijau adalah untuk pengguna jilbab. Apa isinya berbeda dengan yang botol kuning, merah muda ataupun biru? Mungkin hanya wewangian dan pewarna yang berbeda, tetapi semuanya tetap cairan pencuci rambut dari bahan kimia sama.

Lalu apa oligopolistik? Di pasar ini, keputusan harga berada di segelintir pemain, walaupun berada di banyak pemain. Sebagai price leaders, segelintir pemain ini bisa membuat skema sebagai berikut:

  • Perusahaan oligopoli berkonspirasi dan berkolaborasi untuk membuat harga monopoli dan mendapatkan keuntungan dari harga monopoli ini
  • Pemain oligopoli akan berkompetisi dalam harga, sehingga harga dan keuntungan menjadi sama dengan pasar kompetitif
  • Harga dan keuntungan oligopoli akan berada antara harga di pasar monopoli dan pasar kompetitif
  • Harga dan keuntungan oligopoli tak dapat ditentukan, indeterminate.

Di sini, barulah kita bermain dalam sebuah teori permainan. Game theory. Ada tata cara bermain dan penaltinya juga! Dilanjutkan nanti ya…

* Catatan: spanyol = separuh nyolong, sebuah istilah yang dikemukakan oleh seorang filantropis pemilik satelit negeri ini, “Sesungguhnya inilah Indonesia Raya, negara kepulauan yang tak mampu diurus semuanya di pusat.”

 
47 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 24, 2007 in competition, theory

 

47 responses to “Pasar Monopoli v. Oligopolistik v. Monopolistik v. Persaingan Sempurna

  1. ami

    Januari 22, 2008 at 9:05 pm

    thx for ur artikel, it’s very useful for me

     
  2. Mila

    Januari 26, 2008 at 10:57 am

    glad to share… good luck with your tasks.

     
  3. student

    Januari 26, 2008 at 1:13 pm

    aduuu..
    kuq gg terperinci y?

    jdii bingung and terkesan gg ada guna.

    mav !

    but, that was reality.

    hhe.

    tq daah !

     
  4. Mila

    Januari 26, 2008 at 3:22 pm

    dear “student”,
    maaf, ini bukan textbook, cuma curhat. mungkin kali lain aku buatkan pdf file saja ya… good luck with your paper.

     
  5. beru (berusaha tahu)

    Mei 17, 2008 at 2:56 pm

    Ada beberapa pertanyaan nih..
    1. Pasar persaingan sempurna bisa berisi pasar oligopoli atau pasar oligopoli itu sama dengan pasar persaingan sempurna?
    Pemahaman saya thd oligopoli biasanya barang yang ditawarkan cenderung homogen dan biasanya barang bersifat homogen memiliki tingkat kepuasan sama (bila dijual oleh siapapun) sehingga permainan harga dalam pasar ini sangat sensitif, artinya bila ada pemain yang berani menurunkan harga penawarannya, walaupun sedikit, pastilah pemain ini akan lebih laku di pasar. Sebaliknya bila ada pemain yg berani menaikkan harga lebih dari pasar, pastilah dia akan ditinggalkan oleh pembeli. Kecuali klo beberapa pemain oligopoli mau melakukan kolusi dan kemudian menaikkan harga penawarannya, ada kemungkinan menjadi isu yg akan diikuti oleh semua pemain lainnya, hingga akhirnya pembeli mau tidak mau harus membeli dgn harga yg lebih mahal dr biasanya. Bagaimana maksud dari persaingan yg sempurna?

    2.Apa pengertian barang yg terdiferensiasi hanya sesimpel pengaruh “image” iklan seperti shampo? Wow, so simply!
    Bagaimana perbedaan “diferensiasi” dengan barang substitusi (piring dgn mangkok, sendok/garpu dgn sumpit)??

    Maaf, kepanjangan (sedang dlm proses pemahaman)
    Thank for ur reply. Keep up ur blog!

     
  6. Mila

    Mei 18, 2008 at 8:56 pm

    Dik Beru, kalau mau dibikin mudah begini nih, posisi pasar seakan bergerak dari paling ekstrem itu pasar persaingan bebas menuju ke pasar monopoli:
    Pasar Persaingan Bebas –> Monopolistik –> Oligopolistik –> Pasar Monopoli

    Pasar persaingan bebas adalah kondisi ideal yang tak pernah ada di dunia ini:
    1. Free entry – free exit? Semua pemain masuk dengan mudah dan keluar dengan mudah? Kenyataannya tidak begitu, tidak semua pasar bisa dimasuki dengan mudah; atau kalau bangkrut tak mudah menjual aset dan pindah ke usaha lain.
    2. Perfect competition = perfect information (tak akan pernah ada, sehingga kita membeli hanya berdasarkan harga terbagus atau model terlucu, dst).
    3. Semua orang menjual barang yang sama di kondisi serupa? Semua pembeli memiliki informasi sama tentang satu barang? Tak akan pernah ada, bukan?
    Akhirnya memang istilah persaingan bebas hanya digunakan untuk memudahkan penghitungan. Semua hanya penyederhanaan kondisi yang kompleks di dunia ini.

    Sedikit ilustrasi, apa yang dijual di Alfamart dan Indomaret bisa jadi sama, tapi kemudian ada DIFERENSIASI (mulai lokasi, kebersihan tempat, kualitas produk hingga kualitas layanan) –> pasar monopolistik. Di saat Alfamart dan Indomaret kemudian diakuisisi oleh pemilik pasar retail modern yang besar-besar, di sinilah kemudian pasar retail harus dilihat secara lebih luas lagi: karena ada pemain besar di belakangnya –> oligopolistik. Jika kedua pemain besar di belakang Alfamart dan Indomaret, juga para pemain retail kecil bergabung di bawah bendera Carrefour, misalnya, akhirnya pasar ini menjadi –> monopoli. Hanya ada manajemen Carrefour seluruh Indonesia? Yep.

    Masalah harga turun oleh pemain besar kemudian disikapi oleh pemain kecil (ikut turun harga hingga akhirnya bangkrut dan ‘exit’ atau keluar), di saat tak ada saingan kecil (tak ada penjual lain) inilah pemain besar menaikkan harga karena berlaku seperti pemain monopoli. Pemain besar juga bisa menahan ‘supply’, tak hanya ‘demand’. Tak sembarang orang akhirnya bisa memasok ke Carrefour!

    Kembali ke soal diferensiasi; diferensiasi produk dan jasa adalah hal yang WAJIB jika ingin bertahan di tengah kompetisi yang kian ketat hari ini. Iklan hanya salah satu upaya dari sekian ratus diferensiasi yang bisa dijalankan oleh sebuah perusahaan di sebuah pasar. Berbisnis sekarang tak lagi melihat iklan sebagai satu cara ampuh, karena Seth Godin pun menolak iklan massal karena ia percaya dengan “remarkable product”, produk lain dari yang lain. Diferensiasi faktor paling penting dalam perdagangan modern, karena dalam perdagangan sekarang pembeli harus membedakan produk yang sama; bayangkan laptop dengan segala macam-macam merek, ukuran, kecepatan, dst. Sebagian besar perdagangan antar-negara terjadi karena diferensiasi atas barang yang sama. Kenapa? Karena perdagangan di dunia ini dikuasai negara maju, lihat saja produk-produk global yang kita temui dalam keseharian.

    Untuk mendapatkan atmosfir ini, sering-sering main ke Alfamart atau Indomaret, nongkrong saja satu jam di sana. Ngobrol dengan kasirnya. Perhatikan mengapa orang membeli merek itu dibanding merek yang lain. Seru deh!

     
  7. kaka

    Mei 21, 2008 at 9:24 am

    tolonx donx lebih di perinci lagi biar jelas dan gax trjD kesimpangsiuran

     
  8. Mila

    Mei 21, 2008 at 1:14 pm

    Wah, itu sudah cukup panjang lebar… dibaca pelan-pelan ya Ka… kalau ada conference call, lebih baik lagi. Tapi komputer saya tak punya kamera dan mike…

    Baca pelan-pelan:
    Pasar Persaingan Bebas (pemainnya banyak hingga tak terbatas, dagangannya sama) –> Monopolistik (berkurang/bisa dihitung, dan dagangannya berbeda/heterogen) –> Oligopolistik (berkurang karena ada yang dominan dan jasa/dagangannya ada yang unik) –> Pasar Monopoli (hanya satu pemain)

    Masih pusing? Mau traktir saya kopi di mana untuk jelaskan lebih detail?

    :)))

     
  9. beru (berutang ilmu)

    Mei 24, 2008 at 5:40 pm

    Waow, ini ilmu baru memahami saya!
    Dengan begini saya paham maksud diferensiasi yaitu istilah “membuat barang yang sama jadi beda” begitu kan?.
    Oke deh kakak Mila!

    Nah ini yang bikin binyun eh bingung saya, ternyata monopoli dan monopolistik itu berbeda ya atau sengaja di-diferensiasi-kan ya?? He..3x

    Nah ini ada 2 pertanyaan lagi nih. Tugas nih buat kakak.
    Waktu belajar tentang pasar-pasaran, muncul istilah price taking, apa istilah ini sama dengan price leader? Berarti hanya ada pada pasar monopoli ya?

    Kakak punya e-mail kan, saya boleh donk tanya2 lewat e-mail?
    Klo lewat blog nanti bisa seabreg pertanyaan saya, jarang2 saya ketemu orang jyenius kyk kakak (Muji nih ceritanya)

    Okye deh, trims sekali lagi..

     
  10. Mila

    Mei 24, 2008 at 9:27 pm

    Wah, jadi sahut-sahutan ya? Sebenarnya saya juga baru belajar kok, malah baca satu buku saja tidak selesai-selesai. Maaf juga saya bukan penemu istilah monopoli v. monopolistik, tapi begitulah kata guru-guru saya kemarin di kelas.

    Price taker v. price leader/price maker.
    Yang satu ikut ajah, yang lain setir harga di pasar.
    Seseorang “take” dari harga yang orang lain “make”.
    Banyak kok bacaan di internet, bisa di-download gratis. Cuma rajin-rajin baca dalam bahasa Inggris *nguuuaappp*

    Sukses deh buat Dik/Mas/Mbak/Oom/Tante Beru… cari ilmu ‘gak usah ke negeri China, cukup di-google ajah!

    :)))

     
  11. gading

    Juni 5, 2008 at 11:59 pm

    cuma mo kasih comment aja,

    MANTEP artikelnya!!thank you ya, brilliant!

     
  12. tika,tika_adjah@yahoo.com

    November 3, 2008 at 12:50 pm

    apa yang membedakan oligopoli dengan monopolistik?

     
  13. Audwin

    November 18, 2008 at 2:40 pm

    lumayan artikelnya di dalamnya kurang lengkap tentang pasar monopoli ? berita terbaru ini $1 = Rp. 12.300 wah…. pasti pasar indonesia jadi ribut ya….. memang presidenya kurang mantap . Kak pedalamkan tentang pasar monopoli !?!?!?!?!?!?!?!?!?!?! THANK YOU,TERIMA KASIH, ARIGATO MASHIMAS, MATUR NUWUN, AND FOR ABOUT THE MONOPOLI MARKET

     
  14. Nat

    Februari 7, 2009 at 4:59 pm

    Akhirnyaaa, pengertian pasar-pasaran jelas juga!
    Makasih banyak penjelasannya ya Kak, saya mau kuliah jurusan IPS tapi SMAnya ambil IPA. Pusing 8 keliling belajar buat tes masuk univ.

    Google teman terbaik deh :D

     
  15. lia

    Februari 13, 2009 at 3:25 pm

    aq gax ngerti,tlng di prjls lgi za!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

     
  16. saras

    April 2, 2009 at 7:27 pm

    haiii mbak Mila….
    ada pertanyaan nih…tentang pasar persaingan pasar monopolistik..
    bagaimana implikasi efisien pasar persaingan monopolistik bagi keputusan manajerial???
    bisa ga diperjelas tentang efisiensi pasar persaingan monopolistik???
    thanks b4 ya….
    :-)

     
  17. LENNY

    Mei 2, 2009 at 4:22 pm

    waduh waduh……….bikin pening kpala gue…
    gue org malaysia..kureng ngerti dong bahasa indon…nway..tq.

     
  18. Mila

    Mei 25, 2009 at 11:54 pm

    Hai Mbak Saras, maaf baru baca pesan ini. Mengingat sudah jarang buka blog ini sejak Januari 2009.

    Efisiensi pasar monopolistik? Tindakan manajerialnya? Tarik jauh dikit ya…

    Pasar monopolistik tak pernah efisien. Produknya memang heterogen/banyak, tapi tidak ada yang unik. Apakah hari ini bisa semua produk sampo berkemasan dan berisi sama untuk merek berbeda? Ada faktor biaya produksi juga (tapi ini panjang penjelasannya).

    Selanjutnya, dari keadaan monopolistik ini adalah asumsi pengeluaran setiap orang terhadap sampo itu tetap (Rp 10 ribu setiap bulan). Jika menguntungkan, semua orang akan ke sana (ada gula, ada semut). Di saat semua orang mulai membuat pabrik sampo, pasar monopolistik ini mulai menjadi tidak profitable lagi. Ia akan mencari titik ekuilibrium baru: Jumlah pabrik sampo meningkat (supply UP) seimbang dengan permintaan sampo (demand CONSTANT) yang tetap akan berpengaruh menurunkan harga sampo (price DOWN).

    Bagaimana jika ternyata ada pemain yang tidak efisien dan tak mampu menurunkan harga? Ia akan terlempar ke luar.

    Di saat pemainnya berkurang, dan satu atau lebih pemain yang ada itu bisa jadi dominan. Memang, jika pesaing berkurang, bisa jadi ia akan menjadi pemain dominan, bisa juga tidak. Bisa saja pesaing lainnya yang masih ada di pasar yang akan mengambil keuntungan. Di saat inilah pasar bergerak menjadi pasar oligopolistik.

    Jika ia menjadi dominan, maka dengan leluasa ia juga akan melakukan tindakan korporasi yang lebih besar. Predatorial, misalnya, yaitu menghabiskan seluruh pemain yang tersisa. Caranya? Yang paling cepat adalah dengan memainkan harga (baca: banting harga, jual produk/jasa di bawah harga produksi, jual rugi.) Jika dilakukan dengan sistematis, “jual rugi” ini bisa membuat lawannya yang tidak efisien gulung tikar.

    Efisiensi. Inilah kata kunci bagi tindakan manajerial yang bertujuan agar ‘survive’ di pasar monopolistik. Jika tidak efisien, ia akan merugi jika perusahaan pesaingnya bisa efisien. Efisiensi ini bisa di lini persiapan, produksi atau distribusi. Hanya hati-hati dalam melakukan efisiensi, ada hal-hal yang tidak bisa ‘diefisiensikan’ yaitu kualitas (cost-versus-quality trade off). Perhitungkan secara masak-masak, mungkin dengan melakukan FGD (focus group discussion) atas kualitas produk/jasa yang masih diinginkan pelanggan Anda sebelum Anda mengubah strategi efisiensi ini.

    ***

    Saudari Lenny, memang forum ini HANYA untuk orang Indonesia. Sila duduk dan mencerna jika ada masa… adat periuk berkerak, adat lesung berdedak.

     
  19. risgi

    Mei 29, 2009 at 3:52 pm

    saya mw nanya neh mbak…
    metode apa yg harus digunakan untk meningkatkan tingkat perekonomian pasar yg ada di indonesia,,pasar tradisional pada umumnya!!!!!

     
  20. Mila

    Mei 31, 2009 at 10:23 pm

    @ Risgi: banyak faktor loh, dan pasar tradisional tidak berdiri di satu ruang hampa…

    Sederhananya begini deh, kalau memulai dari 3 pilar pembangunan (stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan) banyak pemimpin (terutama presiden sekarang) yang menyatakan harus dimulai dari stabilitas dulu. Pertumbuhan bisa dipupuk, tapi pemerataan adalah hal terakhir yang sering terlupakan oleh pemerintah kita. Tak semua daerah/klaster daerah yang aman (stabilitas) memiliki sejumlah pasar nyaman (pertumbuhan) yang dapat memenuhi kebutuhan seluruh penduduknya (pemerataan).

    Pada akhirnya, pasar itu terbentuk berdasarkan kebutuhan penduduk dan kesiapan pasokan. Makanya ada daerah yang banyak tukang sayurnya, karena pasar jauh atau ada ongkos lebih untuk mencapainya.

    Setiap hari saya berbelanja kebutuhan pangan sehari-hari mulai dari:
    1. tukang sayur yang lewat; atau
    2. pasar dekat rumah yang terkadang kehabisan ikan segar; hingga
    3. pasar lingkup kotamadya yang cukup besar dan lengkap.

    Willingness to pay saya untuk pasar tradisional tingkat kotamadya harus tinggi, karena berbelanja di sana adalah berbelanja yang lebih eksklusif / mewah terutama ikan atau daging segar. Kalau bicara tentang saya, tentu bicara demand-side. Kalau bicara tentang berapa banyak penjual ikan segar di sana, kita bicara supply-side. Seberapa tinggi kemampuan saya membeli ikan segar setiap hari, berbanding dengan seberapa banyak penjual ikan yang dagangannya laku setiap hari? Inilah pertanyaan mendasar, dan jawabannya adalah sebuah perhitungan menyeluruh dari pemerintah kotamadya setempat. Kenyamanan, keamanan, dan kepastian pasokan menjadi hal penting berbelanja di pasar ini, mau dilihat dari kacamata penjual atau pembeli.

    Kalau mau meningkatkan kualitas pasar tradisional di daerah Anda, ada beberapa tahap. Buatlah sebuah rencana kerja dengan target, kategori sebuah pasar tradisional yang ideal hingga jadwal implementasinya dan anggarannya. Hal ini seharusnya yang menjadi prioritas kerja pemerintah provinsi… dan jika Anda menjadi pejabat di satu instansi pemerintah daerah, pastikan Anda mencari data lengkap sebelum merancang peningkatan kualitas pasar tradisional ya… untuk mencari pasar tradisional yang ideal, Anda bisa gunakan Metode AHP (carilah kategori sebuah pasar yang ideal bagi pembeli ataupun penjual).

    Good luck ya!

     
    • atar

      April 10, 2012 at 10:28 pm

      salam
      mba saya mau tanya dong perbedaan monopoli sama monopolistik apa??
      saya sdg mencari UU yg berhubungan dengan Monopolistik tapi ketemunya selalu UU ttg Monopoli

       
      • Mila

        April 11, 2012 at 12:07 pm

        Monopolistik itu cuma satu bentuk pasar secara alamiah saja… yang diatur itu yang “tidak boleh” yaitu monopoli karena tindakan segelintir orang (dibuat manusia/korporasi rakus, misalnya). Pemerintah bisa membuat sebuah pasar itu jadi monopoli seperti PLN Pertamina karena tak boleh digoyang harganya (menyangkut hajat hidup orang banyak). Makanya insiden BBM mau naik bulan Maret 2012 itu satu hal yang bikin “goyang negara”… kebayang kalau dilepas benar ke banyak pemain, semua SPBU bisa kompakan menaikkan harga dan rakyat tidak bisa ngomong apa-apa karena pasar bebas banget…

        Untung yang kemarin itu, pemerintah & DPR masih bisa “disuruh” membatalkan… walau untuk sementara… *nafas dulu ya*

         
  21. lazzara

    Agustus 29, 2009 at 7:10 pm

    mantap!!!!!
    terima kasih artikelnya…
    berguna banget!!!!!

     
  22. esy

    September 14, 2009 at 2:56 am

    gimana caranya untuk memaksimumkan keuntungan bagipasar persaingan sempurna ngan pasar monopoli

     
  23. Daniel Julianson S

    Oktober 12, 2009 at 7:28 pm

    tampilkan dong….
    perbedaan harga-harga barang di swalayan

    thanks

     
  24. la

    Oktober 13, 2009 at 5:10 pm

    yang banyak donkk..

     
  25. Imar

    Oktober 18, 2009 at 10:35 pm

    Mau nanya, dr 4 ato 6 struktur pasar, mana yg paling efisien? Dan kenapa?

    Thanx ya..

     
  26. okaca

    Oktober 20, 2009 at 1:42 pm

    wiiii

    mbak mila jenius
    jd phm krg aqna

     
  27. rulli fiirliie

    November 20, 2009 at 4:31 pm

    artikel’a bgus iyh !
    btw” , knapa monopolistik nd oligopoli tuh perbdaan yg pling bda tuh appa’a iyh ?
    msh kurang pham niie !
    thnx iyh . .

     
  28. chaa

    November 25, 2009 at 7:15 am

    sist,,
    numpang tanya,,,,ia_

    ak baca2 sist,,, keren dsni,,,

    sist,,, kalo soal keseimbangan jangka pendek ma jangka panjangny,,,? tolg jlasin,,, sist– pake bahasa sist lebih gampang “nancep” di otak ,,, ketimbang mabh gugle,,,
    thx

     
  29. suastika

    Desember 4, 2009 at 10:19 am

    barang yang diperdagangkan di pasar oligopoli dengan monopolistik apa ya mbak…

     
  30. cech

    Januari 21, 2010 at 1:49 pm

    maaf, bukannya harga di pasar oligopoli bisa dirubah, tolong jelaskan apa itu kartel dan kolusi, di pasar oligopoli?

    maaf, kalo ada yang salah dalam kata2 saya.

     
  31. rokmana

    April 4, 2010 at 4:01 pm

    mbA,,,,,ApA SiCh pEnGeRtIaN DaRi pAsAr PeRsAInGaN mOnOpolIsTiK……………………………

     
  32. dannitias

    Juni 27, 2011 at 9:31 am

    kak mila mw nanya klo persamaan antara bentuk pasar persaingan monopolistik dengan pasar monopoli dan persaingan sempurna

     
  33. Asking

    Agustus 22, 2011 at 2:59 am

    Mbak, saya sedang berusaha memahami nih lebih dalam nih. Is price discrimination apply in Oligopoly and monopolistis?? atau model persaingan leader-follower (oligopoli) dan penetapan harga krn difensiasi brg (monopolistic) itu bisa di kategorikan diskriminasi harga??

     
  34. rossiani hutami

    November 30, 2011 at 8:18 pm

    boleh tanya gak pasar monopsonistik gmna?

     
  35. kodi

    Januari 26, 2012 at 8:59 pm

    MANTAP :)

     
  36. Tettry

    Maret 25, 2012 at 3:05 pm

    Bagaimana se Persaigan sempuna itu yabg sesungguhnya…………

     
    • Mila

      April 11, 2012 at 11:59 am

      pasar sempurna itu hayal… berguna untuk mendapatkan target terdekat saja… seperti cari pacar… hehehe

       
  37. aPril..

    April 22, 2012 at 7:45 am

    trimsss….
    berguna banget..!!!!

     
  38. Lanturege

    Mei 1, 2012 at 4:43 am

    kak mw tanya…
    sory prtanyaannya bloon….
    perbedaan pasar persaingan sempurna dgn pasar bebas apa yah?
    trus apa hubungannya dgn oligopoli, monopoli ataupun monopolistik itu?

    thanks

     
    • Mila

      Mei 3, 2012 at 11:34 pm

      Pasar persaingan sempurna itu ada di dunia hayal (tak pernah ada di dunia nyata). Tak pernah ada pemain bisa masuk keluar tanpa bayar ongkos preman atau retribusi kota, misalnya. Tak pernah ada pedagang satu pasar jual barang sama serupa, sama merek persis sama… kekuatan modal tiap pedagang beda bukan? Merek produk bohlam lampu di Pasar Kenari itu itu banyak bukan? Tapi apakah semua toko jualan bohlam satu merek saja? Atau semuanya pedagang di Pasar Kenari hanya jual bohlam saja? Pastinya ada produk lain dan pastinya bisa menetapkan harga satu merek bohlam berbeda tipis, tergantung Anda nawar atau tidak, bukan?

      Pasar bebas itu dunia nyata, dan ini cuma istilah melawan pasar tertutup (China jaman Mao Zedong, atau Korea Utara sekarang, yang tak mau berurusan dengan negara lain). Pasar bebas itu artinya hambatan berdagang (bea masuk mahal, produk yang tadinya dilarang jadi dibuka, dst.), tapi teori konspirasinya sih panjang kalau mau dibahas di sini… hubungannya dengan poli2 itu tadi, ya poli2 itu struktur pasarnya, ringkasnya seperti pasar becek (sesak pedagang kecil) atau mal berlantai marmer (sedikit tapi dagangannya mahal2). Pasarnya tetap pasar, tapi di dalam pasar itu jumlah dan kekuatan pemainnya berbeda.

       
      • rose

        Mei 15, 2012 at 9:25 am

        pasar persaingan sempurna dan tdk itu sulit dibedakan cara membedakannya bagaimana?

         
      • Mila

        Mei 17, 2012 at 12:42 am

        Persaingan sempurna itu tak pernah ada. Setiap orang, setiap entitas usaha tak pernah ada yang identik sama. Yang satu punya kemampuan lebih dari yang lain, termasuk kekuatan uang/modal. Untuk itu, persaingan sempurna tak pernah ada di dunia nyata. Ada yang mampu masuk dengan mudah, ada yang tidak. Ada yang mampu keluar mudah (jual aset karena bangkrut) ada juga yang tidak (apalagi kalau usahanya itu tak banyak yang suka).

         
  39. fytabadangel

    Juni 4, 2012 at 5:59 pm

    Mbak minta bantu za. .Masalah periklanan.Bagaimana periklanan dapat menyebabkan pasar kurang kompetitif dan bagaimana juga periklanan dapat menyebabkan pasar lebih kompetitif?

     
    • Mila

      Juni 6, 2012 at 10:10 pm

      Iklan itu berguna untuk menaikkan kurva permintaan (demand). Konsumen akan tahu satu merek/produk es krim baru dari iklan (atau rekomendasi yang sudah pernah membeli, atau word of mouth). Di saat konsumen berbelanja di supermarket, misalnya, ia akan melihat es krim dalam iklan itu dan bahkan ingin mencobanya. Ia hanya punya uang Rp 10 ribu untuk membeli satu potong es krim itu. Nah, pasar menjadi kompetitif di saat merek lain ikut beriklan. Konsumen akan memilih merek A atau B, atau membeli keduanya dengan harga total Rp 10 ribu (rasa lain). Pasar menjadi tidak kompetitif di saat ada iklan yang menjelekkan nama merek pesaingnya (seperti Pepsi vs. Coca Cola, atau Rapika vs. Molto cairan pelembut kain). Upaya lain adalah upaya humas (bukan iklan) dengan menyebarkan kampanye hitam (black campaign) bahwa es krim produk pesaing memakai minyak babi. Dapat gak nih idenya?

       
  40. rita

    Desember 1, 2012 at 8:09 am

    mau tanya donk kakak pasar monpsonistik itu apa sih?kelebihan,keburukan,sama ciri2nya apa aja?udah cari kmn 2 tp gak ketemu kasih tau plis!

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 275 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: