RSS

Kementerian Pemuda dan Olahraga

20 Agu

Pemberitaan di media massa selama ini tentang Kementerian Pemuda dan Olahraga selama ini sedikit bernada “miring”. Di hari saya datang ke kantor ini dan bertemu segenap jajarannya, saya baru yakin akan pemberitaan itu. Kekacauan memang terjadi di kantor Menteri Andi Mallarangeng (baca “e” pepet, bukan “e” jenis taling). Kepemimpinan adalah faktor utama dari sebuah organisasi sehat. Jika seorang pemimpin telah “disibukkan dengan urusan non-administratif” kementeriannya, yakinlah main chores tak akan terpenuhi.

Rudy Hartono

Ibarat sebuah mesin elektronik yang membutuhkan manual untuk mengoperasikannya, sebuah organisasi wajib memiliki rencana strategis (“renstra”) agar seluruh jajarannya dapat bekerja sesuai prosedur demi mencapai tujuan yang tertulis (baca: disepakati) di dalamnya. Apa yang terjadi di Kementerian Pemuda dan Olahraga ini adalah ketiadaan arahan dari pemimpinnya. Renstra yang ada di kementerian ini (klik sini, pdf) hanya menjadi patokan anggaran (baca: menghabiskan anggaran atau “hanya output”) tanpa sasaran lebih luas lagi (baca: “outcome”).

Program kerja yang sesungguhnya, seharusnya kembali ke masyarakat, baik profesional kegiatan pemuda dan olahraga ataupun masyarakat dalam arti luas (sebagai pemangku kepentingan kementerian ini), hanya menjadi program “menghabiskan anggaran”. Kalaupun ada (bahkan diharapkan bisa menjadi menjadi ikon program utama kementerian ini) proyek ini terkena imbas “bocor KKN”. Misalnya, ya seperti Proyek Hambalang itu.

Dari segelintir kementerian dan lembaga yang saya datangi, mungkin hanya satu kementerian ini yang hanya merasa seperti “event organizer” yang hip-hip hura-hura dari satu tempat olahraga ke tempat lainnya tanpa perlu memikirkan prestasi global. Pemimpinnya tak pernah melihat bahwa dirinya adalah pengemban tugas mulia membangun dunia pemuda dan olahraga, tentunya dengan memakai uang pajak saya. Sudah benar waktu itu Gus Dur melikuidasinya

———————————

DISCLAIMER: Tulisan ini adalah pendapat pribadi yang tidak mencerminkan pendapat institusi apapun tempat saya mengabdi; dan tulisan ini adalah bagian keempat dari 23 kementerian dan lembaga yang saya kunjungi di tahun ini.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 20, 2012 in bureaucracy

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: